Category: Cerita Pendek

Lelaki yang Selalu Berbagi 0

Lelaki yang Selalu Berbagi

Salahkan kalau kemudian aku mengatakan bahwa dia adalah pegawai terkaya di kantor kami? Bahkan bos kami saja, yang tiap liburan semester anak-anaknya selalu berlibur ke luar negeri, punya dua rumah mewah, punya mobil mewah untuk setiap anggota keluarganya, tidak melakukan seperti apa yang dilakukan lelaki itu yang bawahannya

Cerita Ibu-Ibu Penggosip 0

Cerita Ibu-Ibu Penggosip

Ibu-ibu itu masih duduk dengan santai di bawah pohon mangga. Di temani cicitan burung dan udara sejuk pepohonan di sekitarnya, mereka (ibu-ibu itu) sedang asyik bergosip. Mulai dari menggosip pakaian baru yang ada di...

562448_412719075405220_100000013928276_1533124_760947952_a 0

Lelaki Penggenggam Purnama

Aku akan tetap di sini, menanti ayah. Setelah ia bertarung melawan rasa takutnya di tengah laut sana, aku ingin orang yang pertama kali dilihatnya adalah aku. Anaknya.

kupu-kupu-32 1

Menanti Delias

Beginilah caraku menikmati pagi.  Aku menyeruput secangkir rosela hangat sambil menanti Delias. Kupu-kupu cantik yang selalu datang di taman bungaku. Tamannya tak begitu luas, akan tetapi beragam bunga ada di sana. Rasanya damai sekali....

MENGEJAR FUAD 1

MENGEJAR FUAD

“Aku pernah melihatmu, namun aku tidak bisa”. Fuad berkata tanpa menoleh sama sekali.
“Kenapa?” suaraku melemah. Air mataku mulai jatuh.
“Karena aku bukan sayyed”, suara Fuad terdengar tegas, tidak ada sedikit pun nada penyesalan di sana. Langkahnya kembali berayun, meninggalkan jejak-jejak pahit dan sakit.

Kamar Nomor Tiga di Negeriku 3

Kamar Nomor Tiga di Negeriku

Ini aneh. Seru, lucu. Rumah bertiang bendera masih hangat. Pepohonan di dalamnya juga masih berguguran, belum ada yang kekal dan takkan pernah ada. Lapangan itu masih hijau-biru-merah. Unik. Penghuninya tak ada yang ingin kabur...

Lelaki yang Kucintai 0

Lelaki yang Kucintai

Hati ini terasa kian ngilu, bait-bait puisi kegalauan tak bisa menjadi penawar lagi. Kau kemudian jatuh sakit. Aku tidak pernah tahu seberapa parah sakit yang kau alami.

Lukisan Tak Berdebu 0

Lukisan Tak Berdebu

Aku berlari kearah piano. Betapa terkejutnya diriku saat kudapati ada bekas jari di touch piano. Aku melihat kekiri dan ke kanan, mencari siapa yang membunyikan piano barusan. Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah kalung yang tergantung di salah satu sisi dinding kamar. Aku sangat mengenal kalung tersebut. Ya itu kalung Ulfa. Dan aku pun juga memilikinya. Ibu sengaja membuat kalung yang sama untuk kami berdua. Tapi kenapa kalung itu ada disana?

Suatu Sore di Depan Jendela 2

Suatu Sore di Depan Jendela

Ups… bukankah aku baru saja melakukah hal yang juga menjadi hobi manusia? Mengeluh! Baiklah, kesadaran ketiga di sore ini: manusia memang sangat suka berkeluh kesah mulai dari hal-hal kecil bahkan hingga menggugat takdir.

Dunia Baru 0

Dunia Baru

Sekilas aku melihat seberkas cahaya dari lorong ini… aku mencoba berlari dan mencari sumber cahaya. Aku tercengang ketika melihat sebuah taman yang besar nan indah. Bukan. Bukan taman. Tapi dunia yang begitu menakjubkan. Suara...