Category: Cerita Pendek

Air Mata Itu Milik Wafa 0

Air Mata Itu Milik Wafa

Kubaca ulang SMS Ita yang masuk tadi pagi, “Yun, kamu bener butuh kerjaan kan? Sama aku ada, nih. Pokoknya gaji balance sama kerjaan…” Hingga malam ini, pesan singkat itu belum kubalas. Sejak awal kuliah...

kopi 0

MAGNET CINTA DARI ACEH

Sesampai di mesjid aku kaget tak terkira. Berharap shaf memenuhi mesjidnya. Tapi ternyata hanya satu, dua, tiga. TIGA ORANG SAJA! Itupun diisi oleh aki-akinya.

Pesan Dhiya 0

Pena Dhiya

Suara Dhiya menggelegar seantero rumah. Suaranya melengking kuat seperti guntur yang mengagetkan telinga yang mendengar.

rindu 0

Teruslah Merindu

Aku menyeret sebongkah karung. Kuseret dengan langkah yang tiada nyawa. Gontai bergerak menjejali lantai bumi dengan tapak-tapak tanpa warna.

meninggal dunia 0

Nurani Para Pemimpin Negeriku

Aku dikejutkan oleh dering ponsel. Aku tak begitu tahu apa yang dikatakan orang seberang sana namun yang kutahu, aku langsung berlari seperti orang yang dikejar hantu. Sesaat kemudian aku baru tersadar bahwa aku berada di rumah sakit. Mataku nanar melihat orang yang kucintai telah terbujur kaku

nenek 2

Pesan Terakhir (Mengubah Segalanya)

“Vi udah rela ga makan dan minum. Menempuh jarak ratusan kilometer. Kehujanan. Tetapi kenapa menunggu 5 menit saja tidak bisa?” Elvi menangis, meratap, pilu yang menggunung. Jasad nenek telah terkubur, 5 menit lalu sebelum Elvi tiba.

impian 0

Impian Clara

Semua berlangsung hampir 13 jam dengan jeda beberapa menit sembarang. Hingga jam kecil yang berdiri manis di meja rias itu pun merasa perlu memercikkan sedikit api semangat pada Clara. Setiap irama teratur jarum detik mulai memasuki ruang hampa dalam kepala.

Mihrab Cinta Para Bidadari (Bagian I) 0

Mihrab Cinta Para Bidadari (Bagian I)

Cerpen oleh Rh. Fitriadi Fakultas Ekonomi Unsyiah Juli 2001 Aku menyusuri lorong tengah yang membelah kantor Administrasi Pengajaran Jurusan Akuntansi. Hari ini hari terakhir pengurusan pengisian KRS dan pengambilan KHS. Entah kenapa, aku lebih...

source: images.nationalgeographic.com 0

Setelah 10 Tahun

Wahai ruh-ruh yang malang! Ketahuilah bahwa saat ini semua dari kalian telah dilupakan. Tidak ada lagi masyarakat Bandar yang akan mengingati kalian, berduka untuk kalian, ataupun menangis untuk kalian. Ingatan tentang kalian telah menjadi abu.