Category: Fiksi

Luzair 0

Luzair

Luzair yang bersiap-siap masuk bertepuk tangan di pinggir lapangan. Tiba-tiba dia dipanggil Roberto Di Matteo. Dia mengira akan dibisikkan strategi lain. Rupanya tidak

Kubuang Cinta Sampai ke Jerman 2

Kubuang Cinta Sampai ke Jerman

Alif-Jerman, 2012 Gugup. Gemetar dan cemas mulai menghampiri ku. Hari ini aku akan menikahi Mia, gadis cantik yang selama ini aku cintai. Setelah perjuangan 10 tahun akhinya aku bisa menikahinya. Masalah cinta jangan di...

Kita Ini Pengembara Terasing 0

Kita Ini Pengembara Terasing

Kita gegas tembusi badai sesak pepasir/ Hingga saga mata kita menatap saujana/ Perih tak hanya mata tapi juga jiwa/ Hanya jeda mengerang tiap habis senja

Aku Ingin 4

Aku Ingin

Namun aku tahu, kita tak pernah lebih dekat. Tak pernah lebih jauh. Kebersamaan kita. Membuatku tak ingin kemana-mana

KLCC 2

KLCC

Di akhir pekan ini, akhirnya kami mendapat kesempatan untuk menyambanginya. Bertolak dari stesyen atau stasiun UKM di Sungai Tangkas, kami berangkat dengan penuh semangat menggunakan KTM Komuter.

Para Perempuan Penjinjing BH 0

Para Perempuan Penjinjing BH

Inilah cerita tentang para perempuan di negeriku. Aku menyebutnya para perempuan penjinjing BH. Jika kau pernah berkunjung ke negeriku, kau pun akan melihat hal yang sama setiap hari. Para perempuan yang kau jumpai di sini hanya bertelanjang dada sambil menjinjing BH-BH mereka. Mulai dari perempuan-perempuan yang menyebut diri mereka pejuang hak-hak wanita, wanita karier, hingga perempuan-perempuan yang tidak tahu sama sekali tentang hak-hak perempuan dan kerap menjadi kacungnya para lelaki; semuanya memiliki kebiasaan baru, bertelanjang dada dan menjinjing BH-BH mereka.

Apa yang Kau Cari? 0

Apa yang Kau Cari?

Aku sudah selesai makan sedangkan para bapak masih berjibaku menghabiskan hidangan masing-masing. Seorang wanita separuh baya datang dengan mobil. Aku tidak begitu memperhatikan. Tapi wanita itu berjalan ke arah dapur dan marah-marah.

Mencari Kucing 0

Mencari Kucing

Mataku tak berkedip lima detik, mencoba memahami suara yang barusan kudengar, seketika itu bulu kudukku ikut berdiri. Kudengar beberapa kali. Tetap suara itu bertempo sama dengan irama yang sama. Suaranya terdengar lembut, penuh rayuan, dan sarat makna. Ya, begitulah yang kudengar, suara itu seperti memanggil-manggil sesuatu. Tapi apa? memanggil siapa? Dan kenapa malam-malam seperti ini?

Di Langit Kairo 3

Di Langit Kairo

Aku takjub. Gerbang di depanku seolah terbuka dengan sendirinya menyambut kedatanganku. Aku akan menjadi mahasiswi Fakultas Ushuluddin, jurusan hadist dan ilmu-ilmu hadist. Bang Farhan akan kembali ke Aceh dalam waktu dekat, tentu setelah mengurusi segala keperluanku di sini. Namanya telah dilengkapi gelar Lc: Teuku Farhan, Lc. Sejatinya, bukan gelar yang penting, tapi ilmu dan amal.