Category: Fiksi

Bukan Suram Tidak Pulang 0

Bukan Suram Tidak Pulang

Kemana?
Mana candaan yang mematikan itu?
Dimana aku memadamkannya?
Kau terus saja tanyakan tapi tak kunjung ada jawaban.
Hilang.

562448_412719075405220_100000013928276_1533124_760947952_a 0

Lelaki Penggenggam Purnama

Aku akan tetap di sini, menanti ayah. Setelah ia bertarung melawan rasa takutnya di tengah laut sana, aku ingin orang yang pertama kali dilihatnya adalah aku. Anaknya.

kupu-kupu-32 1

Menanti Delias

Beginilah caraku menikmati pagi.  Aku menyeruput secangkir rosela hangat sambil menanti Delias. Kupu-kupu cantik yang selalu datang di taman bungaku. Tamannya tak begitu luas, akan tetapi beragam bunga ada di sana. Rasanya damai sekali....

MENGEJAR FUAD 1

MENGEJAR FUAD

“Aku pernah melihatmu, namun aku tidak bisa”. Fuad berkata tanpa menoleh sama sekali.
“Kenapa?” suaraku melemah. Air mataku mulai jatuh.
“Karena aku bukan sayyed”, suara Fuad terdengar tegas, tidak ada sedikit pun nada penyesalan di sana. Langkahnya kembali berayun, meninggalkan jejak-jejak pahit dan sakit.

Izinkan 2

Izinkan

Di pelupuk, jalan berkabut
Garuda menerbangkanmu
Biarlah camar bersamaku

Kamar Nomor Tiga di Negeriku 3

Kamar Nomor Tiga di Negeriku

Ini aneh. Seru, lucu. Rumah bertiang bendera masih hangat. Pepohonan di dalamnya juga masih berguguran, belum ada yang kekal dan takkan pernah ada. Lapangan itu masih hijau-biru-merah. Unik. Penghuninya tak ada yang ingin kabur...

Dan Aku Lupa 0

Dan Aku Lupa

Barusan aku sampai
Dari perjalananku
Teduduk dan kaku di sudut kamarku
Termenung
Merasakan denyut nadiku
Merasakan aliran nafasku
Merasakan dingin panas hawa-hawa yang selalu menemaniku

Malam Suram 0

Malam Suram

Jarak-jarak berembun
Butir peluh bukti penat
Sejak malam berjaga-jaga
Mengintai malapetaka dalam senyap

agar ianya tak jadi hanya nama, dulu pada zaman kakek- nenek saya ada negri bernama indonesia 0

Negri Seribu Pilu

Di negeri ini, mari!
Kita singsingkan lengan
Agar ianya tak jadi hanya nama
“Dulu pada zaman kakek-nenek saya ada negeri bernama Indonesia”

Bulan Putih 1

Bulan Putih

Bulan di langit, putih
Cembung bak mata dara Persia
Sebatang pohon meuraxa dalam syair tari meuseukat terukir di sana