Category: Fiksi

muslimah termenung 6

Senja Telah Lama Karam

Senja telah lama karam / Berganti malam yang merambat tenang. Puisi yang berjudul “Senja Telah Lama Karam” merupakan karangan Risma, salah seorang anggota FLP Aceh.

Mihrab Cinta Para Bidadari (Bagian I) 0

Mihrab Cinta Para Bidadari (Bagian I)

Cerpen oleh Rh. Fitriadi Fakultas Ekonomi Unsyiah Juli 2001 Aku menyusuri lorong tengah yang membelah kantor Administrasi Pengajaran Jurusan Akuntansi. Hari ini hari terakhir pengurusan pengisian KRS dan pengambilan KHS. Entah kenapa, aku lebih...

Apa Kabar Jiwa? 0

Apa Kabar Jiwa?

    Oleh: Nuril Annissa Apa kabar, Jiwa? Masih berjalan dengan kaki yang sama dengan yang kauceritakan padaku tempo dulu? Masih kaukumpulkan tunas-tunas rebung bambu dari setapak-setapak permadani rumput yang masih juga kautempuhi itu?...

source: images.nationalgeographic.com 0

Setelah 10 Tahun

Wahai ruh-ruh yang malang! Ketahuilah bahwa saat ini semua dari kalian telah dilupakan. Tidak ada lagi masyarakat Bandar yang akan mengingati kalian, berduka untuk kalian, ataupun menangis untuk kalian. Ingatan tentang kalian telah menjadi abu.

Ade Oktiviyari 0

Sunyi

Hari ini, bisa saja kau menyibak tirai malam perlahan-lahan hingga tiba pada sunyi Sebab bukankah, pertemanan dengan sunyi selalu melegakan? membuat jiwamu mampu menarik nafas lebih tenang Maka nikmati saja tiap denting-denting sunyi hingga...

Nuril Annissa 0

Aku Tercenung

Memandangi sebuah hotel bintang lima di Jakarta / Aku tercenung / Seharusnya hotel yang kutempati ini lebih banyak lagi bintangnya / Hingga seratus atau lebih

Ade Oktiviyari 0

Nasihat Untuk Nyak Mah

Nyak Mah mengunyah sirihnya berlahan-lahan. Barang dagangannya itu kini harus dihabiskannya sendiri. Telah seharian ia berteriak-teriak bersama puluhan pedagang lain di perkarangan luar Mesjid Raya, menawarkan dagangannya, tapi belum ada yang membeli. Nyak Mah menatap beberapa orang pengemis yang duduk di pintu depan mesjid.

Eramayawati 0

Senandung Pilu

Dinginnya malam memelukku / Hatiku seperti hujan di luar sana / Jiwa dan raga yang kedinginan

Eramayawati 0

Nisan

Di antara ilalang Nisan lusuh ditumbuhi lumut Terasing dan tak berdaya Nyiur di tepi pantai melambai Burung camar terbang di langit lazuardi Tinggallah senja dalam prahara Terus bingar sepanjang malam Dan nisan itu.. Masih...

Eramayawati 0

Waktu

Biarkan kubunuh waktu Sebelum ia membunuhku Seperti mereka yang telah terbunuh Tapi aku tak punya pedang Cukupkah berjuang dengan hati? Elegi tersaput dalam ruang waktu Bertahun-tahun terpendam dalam rawa duka Tak kering walau kemarau...