Category: Puisi

agar ianya tak jadi hanya nama, dulu pada zaman kakek- nenek saya ada negri bernama indonesia 0

Negri Seribu Pilu

Di negeri ini, mari!
Kita singsingkan lengan
Agar ianya tak jadi hanya nama
“Dulu pada zaman kakek-nenek saya ada negeri bernama Indonesia”

Bulan Putih 1

Bulan Putih

Bulan di langit, putih
Cembung bak mata dara Persia
Sebatang pohon meuraxa dalam syair tari meuseukat terukir di sana

Gadis Cilik Bergaun Merah Muda 1

Gadis Cilik Bergaun Merah Muda

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik.
Masih setia bersama gaun, agenda dan pena merah mudanya.
Wajahnya sedikit tertawa, tapi hampa.
Ia masih berharap mimpinya.

Derap Langkah 1

Derap Langkah

Seperti matahari yang memancarkan sinar
Tidak pernah mengeluh terbakar
Angin yang tak terlihat
Namun tetap bisa kita rasakan

Hom 2

Hom

Aku bingung Ribuan semut merang-rang otakku Membuatnya berlubangAku gundah Selaksa gulana menerpa hatiku Menjadikannya kacau Kusut Semrawut Jangan tanya kenapa Ku tahu hanya satu kata “Hóm”

Hujan Hujam 0

Hujan Hujam

Serupa dengan mula negeriku membara
Seonggok kisah kian merekah nyala merambah
Memanasi setiap hasta
Menggerogoti setiap kasta
Hingga kita tak sadar menebar kata-kata murka

Pengaduan 0

Pengaduan

Tuhan
Hari ini aku ambil keputusan
Yang selama ini aku tak tau akibatnya
Aku tak tau kalau nanti terjadi goresan yang sangat mendalam

Pesan Kepada Padi 0

Pesan Kepada Padi

padi, jika kau nanti ditumbuk
jangan mau dibeli oleh uang haram
Cepatlah keluar dari perut
Jadilah kotoran

muslimah termenung 6

Senja Telah Lama Karam

Senja telah lama karam / Berganti malam yang merambat tenang. Puisi yang berjudul “Senja Telah Lama Karam” merupakan karangan Risma, salah seorang anggota FLP Aceh.