Category: Inspirasi

Foto Ai 2

Aku (Tidak) Kreatif

Kreatif. Sesuatu yang #antimainstream menurutku. Sebab, di sanalah orang bebas berkarya tanpa ada yang melarang bahkan tidak ada yang men-judge hasil karya mereka. Di samping menyalurkan hobi, juga bisa menghasilkan uang dan membuat orang lain...

MANUSIA 3/4 ROBOT 0

MANUSIA 3/4 ROBOT

Baru-baru ini, saya membaca sebuah buku menarik: The Digital God. Dengan tagline “Searching for god footprints”, buku ini mengangkat topik Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan). Dikisahkan, 6 orang ilmuwan yang bergelut dalam bidang berbeda berada dalam satu...

Memilih untuk Terlibat 0

Memilih untuk Terlibat

Saya pernah melakukan suatu kegiatan di kampus dengan para penderita autisme, pada hari autisme sedunia, 2 April 2010. Saat itu saya berkenalan tidak hanya dengan anak penyandang autisme, namun juga dengan orang tuanya, sebagian...

Bersama dalam  Cinta 0

Bersama dalam Cinta

Manusia bisa memiliki rencana-rencana indah.  Allah sebaik-baiknya pembuat rencana.  Hidup yang kujalani selalu memberiku pilihan-pilihan sulit.  Menakar prioritas, menilai kemungkinan-kemungkinan, mengukur kesanggupan diri menjalaninya.  Bulan April tahun lalu,  aku berbincang dengan suami di Makassar. ...

PENERJEMAH SUBUH 1

Penerjemah Subuh

Jika beberapa tahun lalu tuan datang ke kota kelahiran saya, tuan akan melihat bagaimana kuatnya ibadah masyarakat kami pada waktu shubuh. Ribuan surau, meunasah hingga mesjid, tuan hanya akan melihat barisan orang-orang tua yang...

bersama kita (tidak terlalu) bisa 0

Bersama Kita (Tidak) Selalu Bisa

Berkarya dalam komunitas itu menyebalkan. Sebab dengan adanya komunitas, akan ada mulut-mulut cerewet yang terus menerus berulang meneriakkan, “Berkaryalah!” atau “Produktiflah!” atau yang lebih lembut, “Kamu sudah menulis apa hari ini? Minggu ini? Bulan...

Inspirasi 3

Percaya pada Sisi Terbaik

Setahun silam, tepat di bulan Maret, saya dan teman saya Devi sedang berada di negeri lain: Budapest, Eropa Timur. Tanah yang sama dengan tempat menjejaknya sejarah komunisme, yang terus berlanjut hingga sekarang. Tanah yang...

Bumi berselimut warna-warni 0

Pesona Terakhir Momiji

Momiji, adalah untaian filosofi yang teramat mahal. Darimu kubelajar arti kehidupan. Darimu kebelajar arti memberi, tak hanya meminta.

Ajisai, Pelipur Lara di Musim Hujan 2

Ajisai, Pelipur Lara di Musim Hujan

Di pinggir sungai Sakaigawa, Kota Fujisawa Provinsi Kanagawa, ada jalur khusus pejalan kaki dan pengendara sepeda yang dinamai sen-pon-ajisai-rodo, yang artinya, jalan seribu pohon ajisai

Harga  Sebuah Kedipan Mata 0

Harga Sebuah Kedipan Mata

Dari sejuta anak yang terlahir, dua diantara mereka menderita sindrom Moebius. Mereka terlahir tanpa mampu menggerakkan otot wajah secara sempurna. Bahkan tidak mampu mengedipkan mata.

Untuk melembabkan mata — karena tidak mampu berkedip — mereka harus menggerak-gerakkan bola mata. See, bahkan mengedipkan mata adalah salah satu nikmat Allah yang harus kita hargai. Jadi, mengapa kita terus-menerus alpa?

Sampai-sampai Tuhan bertanya, “Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”

Kita sering sekali lupa, apa yang telah Tuhan berikan, dan kita terus selalu meminta. Tidak pernah hadir dalam kebercukupan. Tidak pernah puas dengan keadaan. Kehausan kita cuma akan habis ketika jantung telah berhenti memompa dan otak telah hilang daya menghadirkan neutron-neutron yang meloncatinya.

Untuk semua yang telah Tuhan hadir dan berikan, mengapa kita sering sekali alpa? Padahal Tuhan tidak meminta lebih, dari keharusan kita selalu mengingatNya, dari kewajiban kita mencintai sesama.

Berjalanlah engkau di lorong-lorong rumah sakit. Di jalan-jalan yang penuh dengan orang kelaparan. Di tempat-tempat Tuhan mengambil satu kenikmatan yang dianugerahiNya. Ketika orang-orang menangis. Ketika sebagian menjerit. Ketika di antara mereka mulai mengakhiri semua derita dengan keterpaksaan. Lihatlah mereka.

Kita mampu berdiri tegak dengan angkuh. Sombong lagi congkak. Melupakan Tuhan untuk semua kesenangan yang sedang kita rasakan. Nanti, tunggulah nanti, ketika Tuhan mencabut seluruhnya. Kita pun akan merasa, bahwa, segala harta di dunia, tidak lebih berharga daripada sebuah bola mata yang sempurna memberikan kita warna.

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Sebelum muda menjadi tua. Sebelum sehat menjadi sakit. Sebelum kemiskinan jatuh daripada kekayaan. Sebelum luang menjadi sempit. Sebelum kematian memisahkan kita dari kehidupan. Ingatlah selalu Tuhan, dia yang begitu menyayangi kita. Dia yang memberikan kita kehidupan. Dia yang menjadikan kita hadir dengan keimanan.

Sesungguhnya, harga sebuah kedipan itu teramat mahal harganya. Bahkan jika seluruh dunia dan isinya ditukarkan, tidak begitu berharga daripada mampu berkedip dengan sempurna.