FLP Aceh, Tempat Kami Belajar Menulis Membaca

You may also like...

1 Response

  1. Fadhil Asqar says:

    “Aku sendiri bahkan belum pernah mempublikasikan novel atau pun buku sekian judul. Tapi aku tidak pernah merasa rugi menjadi bagian dari FLP Aceh karena di sinilah aku menemukan keluarga baru. Keluarga yang tak pernah berhenti mengajari kami pentingnya menulis dan membaca.”

    Serasa sedang bercermin saya, Nal.

    * tampar-tampar pipi sendiri (pelan-pelan, biar ga sakit), semangaaaaat baru 8 naskah novel yang ditolak. Baru boleh nyerah setelah minimal 100 yg ditolak. :D

Leave a Reply

%d bloggers like this: