Jalan Panjang Bersama FLP

You may also like...

3 Responses

  1. Bai RUindra says:

    Saya sangat senang bisa kenal dengan perempuan-perempuan hebat di sini. Walau tidak banyak yg sempat kita lakukan ttp masa Eki termasuk salah satu kejayaan FLP bagi saya pribadi. Kegiatan sekaliber nasional dgn penulis hebat yg sdh menulis puluhan buku kita hadirkan ke Aceh. Masa ini pula Rumcay jd tempat istimewa utk anggota FLP. Mulai dri buku catatan harian smp rujak dan jambu depan Rumcay jd teman setia kita membedah karya teman-teman.
    Terima kasih Eki!

  2. SafarManaf says:

    Siip. FLP juga terlibat dalam The 20th Islamic Book Fair di Malang 7-13 Maret 2014 di Lapangan SKODAM Brawijaya. Maju terus.

  3. Fadhil Asqar says:

    Memang kalau bicara tentang para lelaki diantara perempuan-perempuan tangguh FLP, tak bisa tidak, empat sekawan ini adalah kumbang yg paling setia menjaga bunga (aih mak, bahasanya ). Saya termasuk jarang hadir. Interaksi dengan FLP, membuat dunia menulis jadi sangat menarik, padahal sebelumnya telah menjadi reporter untuk UNESCO Radio Network, kebetulan juga bagian dari jaringan Radio Deutsche Welle dan Radio Nederland.

    Tapi sejak bergabung di FLP menulis jadi jauh lebih menarik, menghantarkan saya sebagai freelancer/kontributor di beberapa majalah nasional saat itu. Akibatnya malah jarang bisa hadir ke FLP.

    Salah satu kenangan indah, adalah Buku Curhat, buku yang iseng2 saya hadirkan ke FLP, malah jadi tempat saya saat sesekalii datang, mengetahui perkembangan FLP, melalui tulisan yg ditinggalkan disitu. Saat itu blog belum seaktif sekarang. Dan buku itu paling sering diculik oleh 4 sekawan Ali, Arif, Ferhat dan Ubay. Bisa penuh sepuluh haaman sekali diculik.

Leave a Reply

%d bloggers like this: