Kegiatan Pre-Launching Antologi OMG! My Mom

Beberapa hari lalu, di hermes palace mall Banda Aceh, saya dan teman-teman FLP berada di sebuah acara yang luar biasa, berupa Aceh Book Fair. Pada acara yang berlangsung selama lima hari ini, ada beberapa agenda acara selain hanya membuka stand-stand penerbit buku maupun toko-toko buku selayaknya book fair biasa.

Di lantai dasar gedung, acara ini mempersembahkan kegiatan seperti lomba mengaji, bedah karya, bedah buku best seller, seminar, dan sebuah acara yang terpenting bagi saya sebagai salah satu anggota FLP adalah Pre-Launching buku antologi OMG! My Mom. Nah, di acara peluncuran buku antologi ini, saya selaku moderator acara meng-handle talk show bersama penulis-penulisnya, bahkan bersama tim Kamoe Publishing House (KPH). Berikut gambaran dari acara talkshow Pre-Launching OMG! My Mom book.

Format Kegiatan : Talk show Pre-Launching buku

Hari, tanggal : Sabtu, 01 Mei 2013

Waktu : 14.00-16.00 WIB

Penyelenggara : Visindo Pro (promotor event)

Narasumber :

  • Kak Sy. Aini (Penulis antologi OMG My Mom)
  • Kak Aufaddina atau Fida (Penulis antologi OMG My Mom)
  • Kak Beby Haryanti Dewi (Editor KPH)

Penulis-penulis Antologi:

Acara talk show ini adalah jerih payah selama ini dari tim kreatifnya kakak-kakak FLP Aceh dan beberapa penulis lainnya. Kalau ditanya background para penulis, cukup membuat saya tercengang, sebab ada seorang penulis belum termasuk dewasa, ia masih sangat muda yang berusia 13 tahun. Namanya adalah Nurrizka Alfirahusna. Ada juga penulis bernama Wahyuni Hasan yang jauh-jauh datang dari Aceh utara, agar bisa hadir di acara ini. Selain itu, penulis lainnya seperti kak Fardelyn Hacky Irawan, Ade Oktaviary, Riazul Iqbal Pauletta, Syarfina S. Malem, Sarah Mellina, Eramayati, Amalia Masturah, dan beberapa lainnya. Mereka adalah anggota atau pengurus Forum Lingkar Pena Aceh. Berjumlahkan 17 orang, mereka bergabung untuk menuliskan masing-masing cerpen, mengenai pengalaman mereka bersama seorang ibu. Mereka telah berhasil menerbitkannya dalam bentuk antologi ber-genre Humor.

Berlangsungnya Acara:

Selaku anggota FLP Aceh, saya ditunjuk sebagai moderator oleh ketua Kamoe Publishing House (KPH) yaitu kak Riza Rahmi, untuk meng-handle selama berlangsungnya talkshow. Setelah mempersiapkan diri serapi mungkin, saya berangkat dari rumah menuju ke lokasi acara, dimana saat itu adalah jam istirahat, dari mulai pukul 01.00-02.00 WIB. Saya melihat para pengunjung di Aceh Book Fair tengah berdiri, berlalu-lalang, bahkan ada juga yang membeli jajanan bersama adik, anak, atau saudaranya.

Hari sabtu yang spesial ini memberikan kesempatan bagi masyarakat Aceh, melihat penerbit mayor maupun minor dan beberapa toko buku juga hadir di sana. Jumlanhnya lebih dari 10 stand, kalau saya tidak salah. Anggota atau pengurus FLP Aceh juga tampak hadir seperti kak Hasannah, kak Beby, kak Fida, kak Malla, Aslan, Bang Ferhat, Nazri dan lainnya. Lalu kami memasuki ke area stage yang telah disediakan panitia untuk agenda pre-launcing.

Beberapa kursi audiens, stage panggung berwarna merah, proyektor, dan sebuah meja telah dipersiapkan dari awal. Saya dan teman-teman FLP mengatur serapi mungkin, sesuai feng-sui barangkali, agar nantinya acara ini berlangsung dengan sukses dan meriah.

Microphone telah saya genggam di tangan kanan. Di tangan kiri, saya memegang buku OMG! My Mom dengan bangga, serta secarik kertas outline berisi pertanyaan talk show. Beberapa menit kemudian, tepat pukul 02.00 WIB, beberapa pengunjung Aceh book fair, FLP’ers dan penulis-penulis sudah terlihat sedang duduk rapi sambil berfoto ria, narsis.

“Assalamu’alaikum Wr. Wb. Senang sekali saya selaku moderator berada diantara para penulis atau mungkin calon penulis. Tapi kalau pembaca, sudah dijamin iya. kalau bukan pembaca, ngapain juga ke Aceh Book Fair ya?” Saya membuka dengan lugas.

Acara saya buka dengan meriah dan menggema sampai seantero lantai dasar Hermes Palace Mall. Kekaguman saya sebagai seorang pembawa acara, terpancarkan dengan luar biasa positif, juga dalam lingkungan positif. Saya memainkan segala kata demi kata sampai tiba saatnya memperkenalkan sebuah video kepada audiens, sebelum memperkenalkan satu-persatu narasumber. Video tersebut adalah OMG! My Mom Book Trailer yang memaparkan deskripsi buku serta beberapa penulisnya, agar dipertontonkan secara live.

Pengunjung mungkin berpikir “Biasa sajalah acara ini, tempatnya pun sempit sekali.” Pikiran ini menerawang sambil menilik ke setiap mata. Selaku moderator, sebenarnya saya juga turut kecewa dengan stage panggung kecil dan jumlah kursi yang minimal sekali. Apalagi mungkin, karena saya juga yang menjadi moderatornya, bertambahlah kekecewaannya.

Setelah video trailer selesai, saya mempersilahkan tiga narasumber naik dan duduk di depan. Seketika pikiran saya yang tadinya mengeluh kini berubah, oleh kemeriahan tepuk tangan para penonton. Apalagi, beberapa pengunjung mulai menghentikan langkah kakinya dan mulai mendekati stage, untuk mendengar apa yang saya sampaikan. Saya menyampaikan isi dari Curriculum Vitae (CV) ketiga naramsumber tersebut seperti berikut ini:

“Kak Sy. Aini. Lahir di Rimo, Aceh Singkil 28 tahun silam. Sejak kelas tiga SD, hobi “curcol” di diari… Tulisannya selama ini hanya menjadi konsumsi pribadi, baru di tahun 2011 dikasih label “halal” untuk dikonsumsi khalayak ramai di antologi Dalam Kasih Ibu oleh Glitzy Publishing. Emailnya adalah bla… bla… .blogspot.com. Eh salah, itu blognya ya? Emailnya adalah medicus_84@yahoo.com.” Dengan sedikit kesalahan saya menyebutkan isi CV kak Aini. Selanjutnya narasumber kedua…

“Aufaddina atau Fida. Kelahiran Medan, kini beliau berwirausaha dan tinggal di Banda Aceh. Menyukai puisi sejak kecil dan selalu memenangkan lomba baca puisi kala SD. Telah mengumpulkan puisi-puisinya dalam sebuah buku indie pada tahun 2010 berjudul Puisi di Antara Hari. Kini, kak Fida masih menulis puisi dan cerpen untuk aktualisasi diri. Emailnya Aufaddina@Gmail.com” Saya membaca smabil mempersilahkan kak Aida naik ke panggung. Terakhir, narasumber yang disambut dengan tepukan tangan super meriah adalah…

“Kak Beby Haryanti Dewi… Kelahiran Kuala Simpang. Kakak satu ini telah lamaa sekali bergelut di bidang kepenulisan. Ia telah menerbitkan puluhan buku miliknya. Selain menulis, ia juga seorang Editor di PT. Penerbitan Pelangi Indonesia dan PT. Naurabooks. Sebelumnya beliau pernah belajar di Volkchocschule leipzig, Jerman. Kini, statusnya masih mengajar di salah satu sekolah, di kota Banda Aceh.”

Kesimpulan Pertanyaan :

Saya sungguh terkesima melihat kakak-kakak FLP yang memiliki aura kepenulisan, telah duduk manis di bangkunya. Tepat di hadapan penonton mereka siap menerima pertanyaan dari saya seputar buku antologi OMG! My Mom. Tentunya mereka memiliki nilai lebih dan keunikan masing-masing. Berikut ini jawaban-jawaban dari narasumber yang masih ada dalam ingatan saya. Jika ada kekeliruan dari penyampaian, maka itu semua dari saya.

Kak Beby

Berapa lama proses penggarapan buku ini?

“Selama dua bulan mereka (Para penulis) mengetahui bahwa ada info seleksi menulis antologi. Tentang cerita pengalaman konyol bersama ibu mereka. Di mulai dari bulan november 2012, mereka diseleksi ketat hingga lulus, semunya diseleksi bagi yang telah mengirimkan naskah ke email kakak.”

Sebagai editor, apakah ada kendala dalam mengedit naskah?

“Naskah mereka sebenarnya tidak terlalu sulit diedit, tapi ada trik-trik dalam menggarap buku antologi. Bagian pertama dan kedua, pastilah cerita terbaik. Namun selain itu, di bagian terakhir buku juga kita berikan cerita terbaik. Sehingga buku ini ter-cover secara oke”

Tips menulis cerita lucu dari kakak, apa ada formula khusus?

“Cerita saja tentang kekonyolan sendiri, jangan dibatas-batasi. Keluarkan semua ide-nya. Jangan takut salah dulu. Kalau mau menjadi penulis lucu banyak caranya.”

“Banyak cerita-cerita yang bisa dicerpenkan, kisah ibu juga. Kalau dibilang durhaka ya gak lah… Kejelekan ibu kan beda-beda. Bukan berarti kita menulis kejelekan mereka, kita dianggap tidak menyayangi mereka. Bahkan dengan menulis kekonyolan mereka, kita semakin sayang kepadanya. Kejelekan orang itu juga lucu, tapi harus dikemas dengan sudut pandang berbeda.”

Adakah tips menulis agar tulisan kita menggugah pembaca?

“Bisa, kita harus merasakan segalanya. Melaui mata, telinga, bahkan segala indera kalau bisa dipakai. Agar bisa menulis dengan penuh penjiwaan”

Kak Fida

Berapa penulis yang ikut menulis di buku ini?

“Penulis ada 17 orang, kita semua teman-teman. Tapi tidak semua berasal dari Forum lingkar pena. Namun, mereka adalah penulis-penulis berbakat dan berprestasi”

Pengalaman kakak bagaimana?”

“Kakak kan bukan dari Aceh, kakak dari Medan. Jadi, orang tua jauh tinggalnya dari kakak. Kisah mereka meskipun sedikit, tapi tetap berkesan. Kakak menceritakan tentang membawa mobil bareng mama”

Apakah buku ini akan menarik bagi peminat baca? Bagaimana kalau pasar?

“Target pembaca dari segala usia. Karena ini bukunya renyah dan seger. Semoga bisa masuk ke semua toko buku di Aceh dan di Luar Aceh”

Apa harapan dari penulis setelah menerbitkan buku ini?

“Ceita ini bisa menginspirasi bagi anak-anak muda. Jadi bisa bikin ketawa juga sambil mengingat kekonyolan orang tuanya. Yang penting, makin sayang dengan mama”

Kak Aini

Buku ini sebenarnya genre-nya apa?

“Buku ini genrenya humor. Bagi yang membaca bisa hilang stresnya dan ketawa”

Siapakah penulis-penulisnya? Bagaimana awalnya?

“Ada yang jauh-jauh dari luar daerah aceh, seperti Wahyuni. Kami semua kasih naskah melalui email ke Kak Beby. Trus tunggu sang Editor menyaring semuanya, setelah itu barulah tim KPH segera mempersiapkan urusan penerbitannya”

Pengalaman kakak bagaimana?

“Banyak kisah-kisah dari orang tua kakak selama mendidik kakak yang perlu diceritakan dan dibagi ke para pembaca. Semoga ini bisa dibaca oleh semua usia dan golongan.”

Nah, begitulah paparan dari ketiga narasumber pre-launcing antologi OMG! My Mom. Mohon maaf bila ada kesalahan. Seingat saya masih banyak pengalaman dan jawaban dari mereka. Tapi, karena saya menjadi moderator, yang juga me-manage waktu serta beberapa hal lainnya, jadi seingat saya cuma segitu saja. Mungkin, ada kekeliruan dari jawaban-jawaban dan saya yakin teman-teman memakluminya.

Penutupan acara :

Coba tebak, kira-kira bagaimana penutupan acara talk show ini dan bagaimana pula reaksi penonton setelah mendengar paparan ulasan tentang buku antologi ini? Sebelumnya juga ada momen yang tidak disangka-sangka muncul.

“Dek bisa kita saling bantu dan bagi waktu? Acara talkshow ini harus diselesaikan hanya sampai jam tiga saja. Habis ini ada acara lomba menggambar anak-anak. Nanti keburu waktu break lagi dek. Bisa kan? Kami minta tolong sama adek” Bisik-bisik seorang moderator lain yang meng-handle agenda acara lainnya pada saya.

“Baik bang, 15 menit lagi saya coba tutup” Jawab saya simpel. Kalau mau kasar, abang itu punya wajah lebih sangar. Jadi walau tetap kecewa, mengalah untuk menang lah ceritanya.

Di pertengahan talkshow, bahkan di saat sesi tanya jawab berlangsung menarik, sound microphone tiba-tiba mati dan membuat acara ini sedikit terhambat garing. Saya mencoba mengalihkan perhatian para audiens dengan cerita saya bersama ibu saya. Ternyata malah tambah garing. Alhamdulillah, penulis-penulis membantu saya dengan memperkenalkan diri satu persatu. Mereka membuat penonton sedikit terkesima. Kenapa sedikit? Ya pastinya dikarenakan suara mereka terdengar kecil, apalagi ada suara-suara pedagang-pedagang yang sedang memblender, tawar-menawar, bahkan suara anak-anak minta pulang atau jajan.

Terakhir, acara pun dilanjutkan setelah 30 menit berhenti. Para pengunjung kembali mendekat dan para peng-handle acara selanjutnya juga merapat. Dengan lugas, saya kembali melayangkan pertanyaan demi pertanyaan yang terjawab seperti di atas. Jam menunjukkan pukul 15.30 WIB, saya langsung memberikan pertanyaan terakhir.

Di sesi pertanyaan dari audiens, ada seorang penonton yang berkesempatan bertanya kepada narasumber. Sebelumnya, mereka (penonton dan teman-teman FLP) tidak tahu bahwa sekali bertanya mendapatkan buku OMG! My Mom. Tapi, karena saya suka orang jujur, jadi tetap saja saya tidak memberikan clue itu. Akhirnya si penanya mendapat sebuah buku dan foto bareng penulis-penulis antologi di depan standing banner acara.

“Buku ini kalau saya bilang, Fun-Taste-Tickle. Menyenangkan, berasa, dan menggelikan. Akhir kata, Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.” Saya pun menutup acara dengan tepat waktu, 15.45 WIB. (walaupun seharusnya ditutup pukul 16.00 WIB).

Para penonton langsung menguber buku antologi dan beberapa anak FLP juga ikut membeli. Kenapa? Selain tertegun mendengar proses penggarapan dan deskripsi cerita dalam buku ini, mereka ingin mendapatkan foto bareng penulis beserta tanda tangannya. Stand buku antologi OMG! My Mom dijaga oleh kak Mulla Kemalawati (Pengurus FLP). Dari awal hingga akhir acara, kak Mulla menjual buku-buku OMG! My Mom dan buku-buku lain dari KPH. Harga buku antologi saat itu sebesar 25.000 rupiah, masih promo. Buku ini sebenarnya seharga 29.000 rupiah, cuma bertambah Rp. 4000 setelah harga promo.

Kemeriahan berlangsung lama, foto-foto, tanda tangan, bahkan berkenalan. Ada salah satu teman dari FLP Sumut juga turut hadir di acara. Saya mengundurkan diri dari stage, lalu berpamitan dengan kakak-kakak FLP yang bergabung dalam Tim kreatif OMG! My Mom.

Tetap semangat menuliskan cerita, apapun jenisnya. Fiksi maupu Non-Fiksi. Berdo’a kepada Allah SWT agar diberikan berkah dan ilham, agar tulisan kita masuk ke dalam syarat ketentuan penerbitan. Insya Allah, Amin.

Cukup sekian saya melaporkan kegiatan acara “Pre-Launching buku antologi OMG! My Mom”. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima Kasih.

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here