Emmy Waris, Sahabat Sekaligus Guru

| 31 August 2012 | 0 Comments

Ketika sedang pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh di Banda Aceh, kami kedatangan tamu jauh. Adalah pak Abdul Waris, dosen ITB yang pernah menjadi karib suamiku waktu di Jepang dulu. Alkisah kami mutar-mutarlah keliling Banda Aceh, dan maksi di Mbak Moel, -restoran favorit keluarga- sambil cerita-ceriti masa lalu. Saat itulah kerinduan akan anak dan istrinya membuncah dalam dadaku. Mbak Emmy dan kelima orang anaknya. Entah kapan kami akan bersua. Aceh-Bandung kan jauh, Man!

Ternyata kerinduanku bak gayung bersambut. Beberapa bulan kemudian, pas puasa dan lebaran, aku dan keluargaku sowan ke Jakarta. Dan sehari sebelum lebaran pak Waris berkunjung ke rumah bersama keluarganya. Whalah, tak terbayang deh gimana senengnya. Jauh-jauh dari Bandung gitu loh! Fira udah menjelma jadi gadis remaja, Mira juga, hampir ABG. Syauki tampangnya pa Waris banget. Wida ceriwis dan ramah, persis emaknya. Dan Silmi, rada-rada pendiam, mungkin karena lagi sakit ya.

Mbak Emmy juga terkesima ngeliat anak-anakku, especially Farah yang belon pernah dilihatnya. Abis buka puasa bareng, kita ngobrol ngalor-ngidul. Sesekali ditingkahi oleh pijar kembang api di sekeliling kami. Jadi situasinya rada-rada romantis gimanaa gitu. Syauki kejar-kejaran ama si kembar Fadhil Fadhli. Wida langsung arisan ama Farah. Baru ketemu kok bisa langsung akrab gitu yak. Heran.

FYI mbak Emmy ini bisa dibilang sahabat sekaligus guruku waktu di Jepun. Dia yang ngajarin masak, ngasih tau cara-cara ngurus anak, ngurus suami de el el. Dia juga yang ngasih info-info seputar makanan halal, flea market de es be. Pendek kata, berkat mbak Emmy, hidupku di negeri gempa itu jadi terarah (ciee) dan gak ngebosenin.

Malam semakin larut, mereka pun minta diri. Sebenernya masih banyak kata yang ingin kurangkai. Tawa yang ingin kurajut. Masih ingin beranjangsana bersama para junior. Tapi mengingat waktu dan kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya kulepas juga kepergian mereka. Rencananya mereka akan bermalam di rumah salah seorang familinya.

Makasih mbak Emmy, makasih pak Waris. Makasih atas keluangan waktu dan tenaganya untuk melangkah ke kediaman kami, di pelosok Jakarta.

Jazakumulloohu khairan katsiiraa.

Moga lain waktu kita bisa berjumpa lagi. Amin.

Tags: , , , ,

Category: Inspirasi

About the Author (Author Profile)

Mulla Kemalawaty atau Mala adalah seorang ibu rumahtangga dengan empat orang anak. Saat ini bergiat di Forum Lingkar Pena Aceh, dalam lini Kamoe Publishing House. Penyuka warna hijau ini ingin mengajak lebih banyak lagi ibu rumahtangga untuk berkecimpung di dunia tulis-menulis. Menulis itu bersedekah adalah motto hidupnya.

Leave a Reply