Berdakwah VS Berdebat (Bagian 1)

Awal September 2011 adalah saat dimana saya mulai masuk dalam kancah perdebatan dengan umat non muslim. Melalui Facebook, maka saya membalas komentar-komentar sengit pada mereka. Sederhana, tujuan awal saya adalah berdakwah. Saya ingin meluruskan persepsi dan hujatan-hujatan mereka terhadap Islam. Bukannya saya menyikapi dengan bijaksana setiap hujatan tersebut, namun saya malah masuk semakin dalam dan merasa menikmati perdebatan antar agama.

Hal itu menjadi semacam candu bagi saya. Saya mulai rakus membaca tulisan mengenai misionaris, kristen, alkitab (revisi lama dan baru), dan lain sebagainya. Begitu banyak situs yang saya kunjungi, selain saya juga meng-like beberapa page di Facebook dan masuk dalam beberapa grup serupa. Saya membaca dan membaca. Mencari celah agar bisa membalas komentar mereka dengan lebih cerdas. Berusaha menemukan titik kelemahan mereka.

Teman-teman saya dalam beberapa grup tersebut semakin banyak. Baik yang saya add sendiri, maupun mereka yang meng-add saya. Sebagian dari mereka benar-benar muslim. Sebagian lagi adalah non muslim yang berpura-pura muslim – bertugas memata-matai aktivitas saya di Facebook.

Saya begitu menikmati. Terlampau menikmati. Sampai teman-teman mulai banyak yang bertanya dengan aktivitas saya di grup tersebut. Seorang teman FLP juga bertanya, mengapa saya bisa tertarik dengan ajaran kristiani.

Waktu terus berjalan dan saya mulai menyadari bahwa yang saya lakukan ini salah. Islam tidak pernah menganjurkan berdakwah dengan berdebat (berbeda halnya dengan Syaikh Ahmad Deedat). Saya gegabah.

Malu. Itu yang saya rasakan. Saya tidak mampu mengendalikan emosi dan mengenyampingkan etika dalam membalas komentar mereka. Mungkin beberapa teman mulai berpikiran saya ini seseorang yang negatif, saya seorang pendebat, saya memiliki sisi lain yang buruk di diri saya.

Sebenarnya saya tak ingin menulis hal ini. Namun baru saja saya blogwalking dan membaca salah satu tulisan yang di posting. Isinya si pemilik blog menganjurkan agar umat Islam untuk ikut aktif membalas komentar di yahoo answers. Saya mengunjungi situs yahoo dan benar apa yang ia katakan. Disana (di kategori agama dan kepercayaan) banyak pertanyaan dan komentar yang menghujat Islam. Berikut saya kutip ajakan beliau :

“Oknum misionaris/propagandis/orientalis non muslim selalu menyerang, menghujat dan menghina agama dan umat Islam. Mereka memanfaatkan betul berita di yahoo untuk menebarkan misi-misi mereka, tidak jarang mereka menukil ayat-ayat suci Al-qur’an dan hadist nabi tapi sudah dipelintir arti dan maknanya untuk menyerang akidah Islam. Tujuannya adalah supaya umat Islam ragu dengan agama Islam dan agar non muslim membenci agama Islam, sehingga agama Islam dijauhi dan dimusuhi.”

Tidak salah apa yang dilakukan si pemilik blog. Ia hanya ingin Islam tak direndahkan. Ia juga menyampaikan agar umat Islam memberikan komentar dengan kalimat yang baik, tanpa emosi, dan tidak menghina agama lain. Namun saya tidak yakin bahwa tak akan ada muslim yang terpancing, bila membaca postingan pertanyaan dan komentar dari pihak lawan.

 

Kota Juang, Bireuen.

Jum’at, 7 September 2012 / 17.30

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

8 KOMENTAR

  1. Jangankan di yahoo… di forum manapun, jika sudah membahas soal agama, selalu ada komentar-komentar miring yang dapat memancing pertengkaran.. jadi mari kita hidup dengan damai, tanpa ada ketegangan urat syaraf dalam komenter..

  2. Adakalanya debat itu baik, namun disisi yang lain debat melahirkan kebencian dan kemarahan. jika memudharatkan lebih baik dihindari saja.
    🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here