Mencicipi Aspal

Terdapat perbedaan relevan dan signifikan antara cowok dan cewek mengalami kecelakaan di jalan. Dulu hukum di jalan tetap yang besar salah. Jika motor dan mobil bertabrakan tetap mobil yang salah. Walaupun sang motor jelas-jelas menabrang si mobil. Sekarang sudah sedikit maju. Ada saksi, bukti dan tersangka. Hari ini aku kecelakaan bersama mama (padahal di rumah pangilnya nyak-nyak (pangilan ibu bagi bangsawan keturunan Ulee Balang (kepala topless))).

Kecelakaan yang indah. Berawal dari tiba-tiba rem motorku blong dan tidak memberitahu ibu, takut beliau panik, aku mengambil jalur tengah, tempat seharusnya orang membawa kendaraannya cepat. Aku mencoba mempelankan gas. Di depanku Ibu-ibu mengendarai motor sangat pelan di tengah jalan. Aku mengelak beliau, berhasil! Tapi gagal menyeimbangkan motorku dan aku dan mama tersungkur ke pinggir jalan. Pisang satu tandan berhamburan di jalan. Tak ada yang menolong. Aku melihat mama. Dia bangun tak apa-apa dan merepetiku “Tiban ka ba Honda” bukannya bertanya mana yang sakit. Aku menahan sakit dan mencoba tertawa. “Khem lom” kata mama lagi. Kurasakan darah mengalir di bawah lututku. Romantis sekali. Sempat tidur di jalan mencium aspal di jalan di saat ramai.

Orang-orang melihat-lihat saja. Ada yang bertanya malah “Dari mana?’ dari kebun jawabku, bukan itu katanya kampungnya dari mana? Dari Sigli jawabku asal. Karena kejadiannya memang di Sigli. Di dunia ini setiap menit ada beberapa rambu yang orang langgar. SIM dulu di berikan setelah membayar beberapa puluh ribu. Ibu-ibu yang sangat pandai dalam rumah tangga. Tapi sangat kacau di jalan raya. Ibu-ibu yang tahu di mana letak mentega di dalam kulkas. Tapi menabrak dinding saat memasukkan mobil dalam garasi. Seandainya tadi aku cewek cantik. Pasti banyak yang menolong. Tapi sayang, aku tidak cantik. Tapi aku ……. …… …. cantik. … Amin ya Allah!

Setiap jam, di bumi ini banyak sekali terjadi kecelakaan. Di TV bisa kita saksikan. Penyebabnya diantaranya lemahnya pengetahuan masyarakat akan rambu-rambu, kelalaian, ugal-ugalan. Sopir mengantuk, pengaruh alkohol, pengemudi galau, bermain hape dan lain-lain termasuk rem blong. Setelah banyak melihat kecelakaan, seharusnya kita sadar jangan balapan lagi di jalan. Orang yang memacu kendaraan di samping kita bukan mengajak kita balapan. Mungkin saja dia sedang mencari WC umum dan harus segera biar tidak merembes di celana. Orang yang balap-balap di samping kita bukan mengajak kita balapan. Mungkin saja dia jelek. Biar wajahnya tidak dilihat warga. Makanya dia balap.

Bagi adik-adikku yang remaja abang himbau, supaya memberikan nomer hape kakaknya! Eh salah, maksud saya hati-hatilah di jalan raya, jangan balapan. Masa depan kalian masih panjang. Kasihan kalau nanti yang panjang itu tidak berfungsi lagi kalau kalian mati di jalan. Pergunakanlah masa depan itu dengan baik. Jangan ugal-ugalan. Kasihan orang tua. Capek memandikan dulu waktu kecil. Jangan sampai pulang kerumah dimandikan sama teungku. Juga jangan sampai di mandikan warga dalam air got. Jagalah masa depanmu. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas. Lurus jalan terus itu berarti bagi yang arahnya ke depan itu harus terus berjalan. Jangan gara-gara rambut anda keriting anda berhenti di situ.

Lampu merah jangan di langgar kecuali jam 12 ke atas. Kalau mau jalan pelan pergunakanlah pinggir jalur kiri, jangan pelan di tengah jalan, karena tengah jalan untuk orang yang buru-buru. Jangan mengadakan rapat di jalan raya. Berhentilah di tempat yang teduh, baru mulai rapat. Jangan sms di jalan. Berhentilah dulu di kedai pulsa beli pulsa baru sms. Untuk bapak-bapak yang kaya raya yang bermobil ke mana-mana juga saya himbau. Murahkanlah mahar anak anda! Salah lagi, maksud saya jangan telfon-telfonan di jalan, pakailah handfree, berapalah handfree itu dibanding nyawa anda atau pengendara lain.

Bapak polisi juga kita minta, izinkanlah kami mendekati anak bapak. Masih salah! Maksud saya jadilah pedoman bagi kami para warga. Jangan ugal-ugalan, jangan melanggar lampu merah, jangan rajin menilang kami rakyat kecil, apalagi pengemudi yang jomblo seperti kami, jangankan untuk bapak, modal untuk mencari jodoh saja kami belum ada. Bapak polisi harus rajin memberi sosialisasi cara berkendara yang benar pada kami masyarakat awam yang tidak mengerti ini. Seiring murahnya kredit kendaraan. Pertumbuhan pengguna jalan sangat pesat sehingga butuh sekali hal-hal semacam itu bagi pengendara pemula.

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

2 KOMENTAR

  1. selain resensi film, semua tulisan riazul iqbal lucu2 n cukup menghibur, tp tetap ada hikmah yg dpt dambil… dtunggu hiburan berikutnya… hamboo aju bal… he2x…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here