Mika Sensei, Sahabat Anakku

Setahun sudah Mika Sensei menjadi wali kelas anak sulungku Faisal. Tepatnya di TK Musashi Tsurugashima Saitama. Selama kurun waktu itu, beliau telah berlaku sangat baik kepada anakku. Lembut, penuh perhatian dan bijaksana. Sifat-sifat yang sudah seharusnyalah dimiliki oleh seorang pendidik. Selain itu, beliau juga tak pernah membeda-bedakan Faisal dengan murid-murid Jepang lainnya. Padahal Faisal adalah satu-satunya murid asing di kelasnya. Tapi Mika Sensei selalu berusaha agar Faisal diterima oleh teman-teman sekelasnya.

“Walaupun Faisal berasal dari negeri yang jauh, dia sama juga seperti kalian. Tuh lihat bajunya, topinya, tasnya. Semuanya sama kan?” kudengar beliau berkata begitu kepada murid-muridnya. Aku bersyukur bahwa di negeri asing ini, prinsip persamaan derajat juga terasa gaungnya.

Dari beberapa kali pertemuan dengannya, dapat kulihat bahwa beliau sangat mencintai anak-anak. Begitupun sebaliknya, anak-anak juga menyukainya. Mereka berebut agar bisa berdekatan dan bercakap-cakap dengan Guru mereka. Kelihatan bahwa beliau membahasakan dirinya seperti anak-anak, sehingga anak-anak tidak sungkan dan tidak merasa ada perbedaan umur yang cukup signifikan di antara mereka. Hebatnya lagi, bila Mika Sensei menyuruh sesuatu, murid-muridnya pun berlomba-lomba untuk melaksanakan perintahnya.

Ada satu peristiwa yang berkesan bagiku. Waktu itu ada acara Undoukai di TK Musashi. Beberapa saat lagi, kelas Himawari, kelasnya Faisal akan tampil membawakan salah satu tarian Jepang. Kulihat seorang gadis kecil murid Himawari mendekati Mika Sensei. Setelah bercakap-cakap sebentar, lalu Mika Sensei meletakkan tangannya di dada gadis kecil itu. Kupikir mungkin gadis kecil itu merasa gugup dan cemas karena akan tampil di muka umum. Lalu Mika Sensei berusaha menenangkan hati gadis kecil itu layaknya seorang sahabat. Aku yakin Mika Sensei telah mendapat tempat khusus di hati para anak didiknya.

Akan halnya dengan anakku. Kata-kata dan petuah beliau selalu diingat olehnya. Seperti misalnya harus banyak makan sayur; harus rajin membantu Mama untuk menjaga adik; juga agar selalu memeriksa pintu dan jendela sebelum tidur. Aku bersyukur bahwa Mika Sensei telah mengajarkan banyak hal kepadanya, tentang persamaan derajat, dan juga disiplin. Semoga itu semua merupakan kuntum-kuntum bunga yang akan bersemi kala Faisal beranjak dewasa nanti.

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here