Semoga Bahtera itu Terus Berlayar

Pagi itu, delapan Agustus 2012. Diriku lagi ngecek-ngecek catatan (bukan catatan belanjaan nih, hehe). Tiba-tiba mataku tertumbuk pada sederetan huruf dan angka. 7 Agustus. Hwuaa! Itu kan anniversary kami. Lha, kenapa bisa lupa yak! Padahal hari itu adalah hari yang begitu membahagiakan, mengharukan dan juga sakral. Apa lagi ya? Ohya, juga merupakan Mitsaqon Ghaliza alias perjanjian yang dahsyat (jadi merinding). Kulirik suamiku yang lagi rebahan. Ternyata dia juga lupa. Hey, kenapa tak ada seorang pun yang ingat. Lha, kalo diri sendiri aja lupa, macam mana pulak orang lain nak ingat!

Tak terasa lima belas tahun sudah kami melangkah bersama. Dalam suka dan duka. Saling mendukung, saling mengingatkan. Darinya kumengenal arti cinta. Darinya kumengenal arti semangat. Dialah yang selalu memompakan semangat untukku. Dialah yang membimbingku untuk tetap tegar, menghadapi kerasnya gelombang kehidupan. Terkadang aku merasa malu. Semangat dan ketegarannya begitu tinggi, padahal tumor telah menggerogotinya beberapa tahun belakangan ini. Sementara diriku, yang notabene sehat wal’afiat, semangatku tidak setinggi dirinya. Kadang turun kadang naik, tak tentu rimbanya. Kala semangat mengendor, pria berkulit sawo matang itulah yang tak lelah mengingatkanku. Mengingatkan, bahwa hidup hanya sebentar, bahwa hidup harus diisi oleh hal-hal yang bermanfaat. Yang memberikan nilai untuk orang banyak. Berbakti.

Ah, kumerasa sangat malu. Apa yang sudah kubuat untuk kemaslahatan umat? Terlalu sedikit, ataupun malah tak ada? Entahlah. Tapi kuingin mewarisi semangatnya. Daya juangnya. Ketabahannya. Ketegarannya. Kesabarannya. Kelembutannya. Keinginannya untuk berbagi. Dan masih panjang lagi deretan kebaikan dari lelaki handsome dan humoris itu.

Ya Allah, panjangkanlah umurnya, berilah kesembuhan kepadanya. Berilah keberkahan di sisa umurnya.

Ya Robbi, semoga bahtera kami akan terus berlayar, terus, terus dan terus, sampai ke tepian. Meski badai tak jera menghantam. Meski gelombang tak lelah menyapu.

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here