Website Resmi FLP Aceh

Sinisme, Skeptisme? Ayolah, Kawan… 1

Sinisme, Skeptisme? Ayolah, Kawan…

Terkadang saya berpikir, mungkin tidak para penyiram semangat ini adalah orang yang ingin mendapat kesempatan yang sama? Yang sebenarnya ingin melakukan hal yang sama, tapi tidak memiliki keberanian yang cukup?

Catatan Cinta Untuk Murabbi 0

Catatan Cinta Untuk Murabbi

Mungkin ada mantan mutarabbi. Tapi tak ada mantan murabbi. Dan tarbiyah adalah kisah cinta, yang mengantar kita ke ufuk dakwah. Setelah itu, hidup tak pernah sama lagi. Buku ini merekam sebagian mozaiknya.

Harga  Sebuah Kedipan Mata 0

Harga Sebuah Kedipan Mata

Dari sejuta anak yang terlahir, dua diantara mereka menderita sindrom Moebius. Mereka terlahir tanpa mampu menggerakkan otot wajah secara sempurna. Bahkan tidak mampu mengedipkan mata.

Untuk melembabkan mata — karena tidak mampu berkedip — mereka harus menggerak-gerakkan bola mata. See, bahkan mengedipkan mata adalah salah satu nikmat Allah yang harus kita hargai. Jadi, mengapa kita terus-menerus alpa?

Sampai-sampai Tuhan bertanya, “Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”

Kita sering sekali lupa, apa yang telah Tuhan berikan, dan kita terus selalu meminta. Tidak pernah hadir dalam kebercukupan. Tidak pernah puas dengan keadaan. Kehausan kita cuma akan habis ketika jantung telah berhenti memompa dan otak telah hilang daya menghadirkan neutron-neutron yang meloncatinya.

Untuk semua yang telah Tuhan hadir dan berikan, mengapa kita sering sekali alpa? Padahal Tuhan tidak meminta lebih, dari keharusan kita selalu mengingatNya, dari kewajiban kita mencintai sesama.

Berjalanlah engkau di lorong-lorong rumah sakit. Di jalan-jalan yang penuh dengan orang kelaparan. Di tempat-tempat Tuhan mengambil satu kenikmatan yang dianugerahiNya. Ketika orang-orang menangis. Ketika sebagian menjerit. Ketika di antara mereka mulai mengakhiri semua derita dengan keterpaksaan. Lihatlah mereka.

Kita mampu berdiri tegak dengan angkuh. Sombong lagi congkak. Melupakan Tuhan untuk semua kesenangan yang sedang kita rasakan. Nanti, tunggulah nanti, ketika Tuhan mencabut seluruhnya. Kita pun akan merasa, bahwa, segala harta di dunia, tidak lebih berharga daripada sebuah bola mata yang sempurna memberikan kita warna.

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Sebelum muda menjadi tua. Sebelum sehat menjadi sakit. Sebelum kemiskinan jatuh daripada kekayaan. Sebelum luang menjadi sempit. Sebelum kematian memisahkan kita dari kehidupan. Ingatlah selalu Tuhan, dia yang begitu menyayangi kita. Dia yang memberikan kita kehidupan. Dia yang menjadikan kita hadir dengan keimanan.

Sesungguhnya, harga sebuah kedipan itu teramat mahal harganya. Bahkan jika seluruh dunia dan isinya ditukarkan, tidak begitu berharga daripada mampu berkedip dengan sempurna.

Hukum Yang Labil 0

Hukum Yang Labil

Oleh : Riri Isthafa Najmi Sungguh kesal bahkan kecewa ketika mendengar sebuah peraturan yang dilanggar oleh si pembuat peraturan itu sendiri. Ya, inilah sebuah dilema yang dialami oleh sebuah negeri dimana hukum sering dipermainkan...

FLP dan Piramida Abraham Maslow 0

FLP dan Piramida Abraham Maslow

Dan, menulis adalah passion kita. Anda, saya, akan menjadi penulis yang meninggalkan jejak di alam semesta! Bukan sekedar menghasilkan produk-produk individual, tapi FLP akan menghasilkan produk-produk komunal, international, madaniyah, melintasi batas geografis dan masa!

944759_10201781752653380_937356623_n 0

Koran Bekas Hari Lebaran

Karya Doni Daroy Sudah sejak sepekan yang lalu orang-orang sibuk dengan hal yang serbabaru. Baju baru, sarung baru, peci baru. Cat rumah pun diperbarui. Seakan  semua wajib baru. Tak terkecuali potongan rambut. Semua ingin...

Titik Menarik Sebuah Cerita 0

Titik Menarik Sebuah Cerita

Semakin buruk kondisi yang menimpa Nabi Yusuf dan ayahnya, semakin menarik pula cerita ini. Toh akhirnya Nabi Yusuf mampu menguasai posisi strategis bendahara Mesir yang menjadi pusat bantuan dunia kala itu. Kalau saya mengingat-ingat cerita best seller lainnya, kayaknya juga sama. Ada kemustahilan, ada pemecahannya