Website Resmi FLP Aceh

Wirausaha Berbasis Masjid 0

Wirausaha Berbasis Masjid

Wirausaha Berbasis Masjid Oleh Yuli Rahmad* Frasa “Memakmurkan Mesjid” sungguh memiliki makna yang ragam. Bagi sebagian orang, memakmurkan mesjid merupakan upaya mengisi mesjid dengan kegiatan-kegiatan sosial dan religius baik berupa dakwah islam, pengajian, latihan...

Di bawah rimbun sakura 0

Berjuta Sensasi di Shinjuku

Pertama kali menginjakkan kaki di stasiun Shinjuku, aku begitu terkesima. Mengapa? Karena stasiun ini adalah stasiun terbesar yang pernah kulihat. Bayangkan saja, stasiun ini punya tujuh lantai!

Akira: Muslim Watashi Wa 0

Akira: Muslim Watashi Wa

Cerpen ini mengisahkan lika-liku perjuangan seorang muallaf Jepang bernama Akira. Dia memperoleh hidayah untuk memeluk Islam ketika belajar bahasa Indonesia di Jurusan Sastra UI. Hidayah itu datang menghampirinya, hingga dua tahun kemudian ia kembali ke negerinya dengan pribadi muslim yang baru.

Mahdi Idris Juara Cipta Cerpen Aceh 1

Mahdi Idris Juara Cipta Cerpen Aceh

Mahdi Idris, staf pengajar di Pesantren Terpadu Ruhul Islam Tanah Luas, Matangkuli, Aceh Utara, terpilih sebagai juara I lomba cipta cerita pendek (cerpen) berbahasa Aceh yang dilaksanakan Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (Pusbada) Unsyiah, Banda Aceh. Mahdi menulis cerpen berjudul Badee Cot Uroe Timang.

Istana Nijo 0

Istana Nijo, Bukti Kebesaran Shogun Tokugawa

Salah satu ikon kebudayaan di Kyoto adalah Istana Nijo atau Nijo Castle, yang terletak di bagian barat Kyoto. Istana ini dibangun tahun 1603 (setelah perang Sekigahara) oleh Tokugawa Ieyasu, Shogun Tokugawa yang pertama. Di tempat inilah beliau menyatakan diri sebagai shogun.

source: images.nationalgeographic.com 0

Setelah 10 Tahun

Wahai ruh-ruh yang malang! Ketahuilah bahwa saat ini semua dari kalian telah dilupakan. Tidak ada lagi masyarakat Bandar yang akan mengingati kalian, berduka untuk kalian, ataupun menangis untuk kalian. Ingatan tentang kalian telah menjadi abu.

Ade Oktiviyari 0

Sunyi

Hari ini, bisa saja kau menyibak tirai malam perlahan-lahan hingga tiba pada sunyi Sebab bukankah, pertemanan dengan sunyi selalu melegakan? membuat jiwamu mampu menarik nafas lebih tenang Maka nikmati saja tiap denting-denting sunyi hingga...

pohon 0

Menceraikan Kemalasan

Rumitnya malas itu tak berwujud. Ia datang bak cendawan di musim hujan, diam-diam lalu merajai. Bagi pribadi yang lalai, kehadiran malas memang sangat nikmat. Memanjakan sekaligus memberikan janji indah bahwa masalah akan tuntas pada waktunya.

Nuril Annissa 0

Aku Tercenung

Memandangi sebuah hotel bintang lima di Jakarta / Aku tercenung / Seharusnya hotel yang kutempati ini lebih banyak lagi bintangnya / Hingga seratus atau lebih

Ade Oktiviyari 0

Nasihat Untuk Nyak Mah

Nyak Mah mengunyah sirihnya berlahan-lahan. Barang dagangannya itu kini harus dihabiskannya sendiri. Telah seharian ia berteriak-teriak bersama puluhan pedagang lain di perkarangan luar Mesjid Raya, menawarkan dagangannya, tapi belum ada yang membeli. Nyak Mah menatap beberapa orang pengemis yang duduk di pintu depan mesjid.