Tagged: Ade Oktiviyari

Laut Sabang 2

Sabang, The Lonely Island

Kesan pertama saya ketika menelusuri jalanan Sabang dengan motor: kota ini penuh gelombang. Sedikit-sedikit, jalan mulai menanjak, lalu menurun, lalu memutar, tapi ada tanjakannya. Saya jadi ingat sensasi naik roller coaster, dengan posisi duduk di depan.

source: images.nationalgeographic.com 0

Setelah 10 Tahun

Wahai ruh-ruh yang malang! Ketahuilah bahwa saat ini semua dari kalian telah dilupakan. Tidak ada lagi masyarakat Bandar yang akan mengingati kalian, berduka untuk kalian, ataupun menangis untuk kalian. Ingatan tentang kalian telah menjadi abu.

Ade Oktiviyari 0

Sunyi

Hari ini, bisa saja kau menyibak tirai malam perlahan-lahan hingga tiba pada sunyi Sebab bukankah, pertemanan dengan sunyi selalu melegakan? membuat jiwamu mampu menarik nafas lebih tenang Maka nikmati saja tiap denting-denting sunyi hingga...

Ade Oktiviyari 0

Nasihat Untuk Nyak Mah

Nyak Mah mengunyah sirihnya berlahan-lahan. Barang dagangannya itu kini harus dihabiskannya sendiri. Telah seharian ia berteriak-teriak bersama puluhan pedagang lain di perkarangan luar Mesjid Raya, menawarkan dagangannya, tapi belum ada yang membeli. Nyak Mah menatap beberapa orang pengemis yang duduk di pintu depan mesjid.