Tagged: catatan perjalanan

Secuil Surga Bernama Tepin Layeu 0

Secuil Surga Bernama Tepin Layeu

Setelah duduk manis dalam boat, siap memandangi alam sekitar. Wuih, pemandangannya keren abis. Air laut yang hijau berkemilau, pulau-pulau kecil nun di kejauhan, rimbun pepohonan. Tangan sibuk jeprat-jepret kamera, seolah tak puas-puas ingin mengabadikannya.

Kanal Danau Biwa, Penyelamat Kota 0

Kanal Danau Biwa, Penyelamat Kota

Kyoto telah menjadi ibukota selama 1000 tahun lebih. Ketika ibukota dipindahkan ke Tokyo, pembangunan pun dipusatkan di sana. Kyoto menjadi sepi, akitiftas industri menurun dan terjadi kemuraman di kota tua ini.

Spot Menarik di Higashiyama, Kyoto 0

Spot Menarik di Higashiyama, Kyoto

Menapaki kota Kyoto di Prefektur Kyoto, Jepang, terasa kental aroma tradisional yang masih bertahan selama ribuan tahun. Tak mengherankan, Kyoto pernah menjadi ibu kota kekaisaran Jepang tahun 794 hingga 1868. Warisan masa lampau itu...

Murin-an, Saksi Bisu Modernisasi 0

Murin-an, Saksi Bisu Modernisasi

Tersesat di kota tua Kyoto. Aku dan suami memasuki sebuah halaman bersuasana rindang. Walau sama sekali tak tahu gerangan apakah tempat ini sebenarnya, kami tetap melangkah masuk. Hm, sepintas lalu kelihatannya bukan seperti tempat wisata

Jalan-jalan ke Lhokseumawe 0

Jalan-jalan ke Lhokseumawe

Sungguh indah silaturrahmi ini, walaupun tidak semua dapat ditemui karena singkatnya waktu dan tidak kuatnya hati. Lhoksemawe adalah kota yang Indah, walaupun panas. Banyak cewek cantik disini, cowoknya pun cool. Kesimpulanya : Kayaknya jualan Es Krim disini laku. Kalau saya terpilih jadi Walikota Lhoksemawe saya berjanji akan menikahi salah satu warganya, yang masih gadis tentunya.

Menyusuri Jejak Kebesaran Osaka (Bagian-2, habis) 0

Menyusuri Jejak Kebesaran Osaka (Bagian-2, habis)

Lelaki pemberani ini membangun istana pada tahun 1583 dan menggunakannya sebagai basis kampanye. Beliau membuat istana bergaya tradisional Jepang ini berselimut kemewahan. Genting-gentingnya yang berwarna hijau dilapisi ornamen hiasan warna emas di bagian menaranya

Menyusuri Jejak Kebesaran Osaka (Bagian-1) 0

Menyusuri Jejak Kebesaran Osaka (Bagian-1)

Sebetulnya, Osaka tidaklah menjadi tujuan wisata kami. Namun pertemuan dengan dua pemuda Aceh di salah satu restoran Indonesia di Kyoto menyeret takdir ke arah lain. Syarifuddin dan Azhari, -kedua pemuda tersebut- menyarankan dan bersedia...