Tagged: puisi

Derap Langkah 1

Derap Langkah

Seperti matahari yang memancarkan sinar
Tidak pernah mengeluh terbakar
Angin yang tak terlihat
Namun tetap bisa kita rasakan

Hom 2

Hom

Aku bingung Ribuan semut merang-rang otakku Membuatnya berlubangAku gundah Selaksa gulana menerpa hatiku Menjadikannya kacau Kusut Semrawut Jangan tanya kenapa Ku tahu hanya satu kata “Hóm”

Hujan Hujam 0

Hujan Hujam

Serupa dengan mula negeriku membara
Seonggok kisah kian merekah nyala merambah
Memanasi setiap hasta
Menggerogoti setiap kasta
Hingga kita tak sadar menebar kata-kata murka

Pengaduan 0

Pengaduan

Tuhan
Hari ini aku ambil keputusan
Yang selama ini aku tak tau akibatnya
Aku tak tau kalau nanti terjadi goresan yang sangat mendalam

Pesan Kepada Padi 0

Pesan Kepada Padi

padi, jika kau nanti ditumbuk
jangan mau dibeli oleh uang haram
Cepatlah keluar dari perut
Jadilah kotoran

muslimah termenung 6

Senja Telah Lama Karam

Senja telah lama karam / Berganti malam yang merambat tenang. Puisi yang berjudul “Senja Telah Lama Karam” merupakan karangan Risma, salah seorang anggota FLP Aceh.

Ade Oktiviyari 0

Sunyi

Hari ini, bisa saja kau menyibak tirai malam perlahan-lahan hingga tiba pada sunyi Sebab bukankah, pertemanan dengan sunyi selalu melegakan? membuat jiwamu mampu menarik nafas lebih tenang Maka nikmati saja tiap denting-denting sunyi hingga...

Nuril Annissa 0

Aku Tercenung

Memandangi sebuah hotel bintang lima di Jakarta / Aku tercenung / Seharusnya hotel yang kutempati ini lebih banyak lagi bintangnya / Hingga seratus atau lebih

Eramayawati 0

Senandung Pilu

Dinginnya malam memelukku / Hatiku seperti hujan di luar sana / Jiwa dan raga yang kedinginan