FLP Sigli Lantik Pengurus Baru

FLP Sigli Hari ini (20/5/2014), FLP Sigli mengadakan acara pelantikan pengurus dan anggota FLP Sigli yang dihadiri puluhan peserta. Mereka berasal dari berbagai kalangan masyarakat:mahasiswa, praktisi bisnis, guru, dan PNS. Acara ini juga dihadiri oleh para mantan ketua FLP Cabang Sigli dari periode awal pembentukan FLP di kota kecil ini. Meski sederhana, acara yang berlangsung di lantai dua terminal bus Sigli ini berlangsung khidmat dari jam tiga sore hingga berakhir menjelang Maghrib.

“Saya terkejut, awalnya saya hanya ingin mengadakan acara kecil-kecilan.” Kata Riazul Iqbal Pauleta, Ketua FLP Cabang Sigli dalam  sambutannya. Saking terkejut dan terharunya, beliau sampai tidak kehilangan kata-kata dan sempat tidak sanggup menyampaikan sambutannya untuk beberapa saat.

Kolaborasi dalam Berkarya

Acara dimulai dari pagi hari. Dari pukul 7 pagi, panitia acara yang mayoritas adalah anggota Krueng Aneuk Nanggroe (komunitas yang bergerak di bidang budaya Aceh) sudah bersiap-siap membereskan tempat kegiatan. Karena keterbatasan dana, beberapa alat yang diperlukan dipinjam oleh panitia dari kantor-kantor terdekat dengan tempat kegiatan.

“Jadi mikrofon dipinjam dari kantor camat, proyektor dari SMK Lilawangsa dan kipas angin dari kantor BAWASDA. Ini namanya kolaborasi.” Kelekar Riazul.

Acara lalu dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum FLP Cabang Sigli, Riazul Iqbal Pauleta dan pemutaran tiga video: Video FLP secara umum yang diliput oleh SCTV dalam acara SOSOK, video FLP Aceh yang dibuat oleh tim kreatif Humas FLP, Aslan Saputra, dan video trailer buku antologi FLP Aceh, OMG My Mom. Setelah itu acara diambil alih oleh Siti Zakiah , ketua FLP Sigli periode 2008-2013. Beliau memberikan motivasi dan memuji-muji kreativitas anak Sigli.

Acara terputus sejenak karena rehat shalat Ashar. Selanjutnya Musmarwan Abdullah, cerpenis kebanggaan kota Sigli yang juga Ketua FLP Sigli tahun 2006- 2008 memberikan materi mengenai cara menulis.

“Tak ada yang mengajari orang untuk bisa menulis kecuali dia sendiri, tapi bergabung dengan komunitas menulis dan saling sharing, sedikit membuat kita bersemangat menulis. Menjadi penulis berarti kita memilih jalan yang sunyi, menyepi dari keramaian dan harus menjadi sufi untuk menelurkan ide-ide.” Ungkap Musmarwan membocorkan rahasia kepenulisan.

Lebih lanjut, Musmarwan juga menceritakan bagaimana cara beliau menulis walaupun sedang tak ada ide.

“Tulislah sebuah kata, lalu kata itu akan mencari temannya sehingga menjadi kalimat, dan kalimat itu akan menjadi paragraf dan seterusnya. ” Lanjut beliau membakar motivasi para peserta.

Kalimat ini kuat memotivasi para peserta, mereka langsung praktek menulis di tempat dengan kertas yang telah disediakan panitia.

“Kalau mau jadi dokter, jadilah dokter yang menulis, kalau mau jadi arsitek jadilah arsitek yang menulis, dan kalau mau jadi penjahat, jadilah penjahat yang menulis.” Demikian Musmarwan menutup sesi materi kepenulisan.

Selanjutnya acara diserahkan pada Ketua FLP Sigli pertama, Ainun. Perempuan yang saat ini berprofesi pegawai Kemenag mengungkapkan bahwa sudah ada anaknya yang juara menulis tingkat nasional. Beliau bercerita tentang sejarah FLP Sigli. Tak kalah penting, beliau mengungkapkan bahwa FLP Sigli sedang berada dalam krisis buku dikarenakan banyaknya buku yang rusak dan hilang. Di sini, beliau menghimbau semua semua pihak agar membantu FLP Sigli dengan bantuan buku-buku.

“Kalau mau jadi penulis ya menulis. Malas itu tak ada obatnya walaupun dicari diluar angkasa.” Kata Ainun sekaligus menutup sesi yang diberikan.

 

 

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here