Belajar ke China

Oleh: Resti Handayani

China, negara yang acap kali sering menjadi perbincangan banyak pihak ini, membuat setiap orang yang membayangkannya ingin segera mendapatkan kesempatan untuk terbang kesana.Tidak hanya untuk belajar, sekadar berwisata, berbisnis, atau bahkan menjadikannya sebagai negara pilihan untuk pengambilan gambar sebuah film, seperti film “Assalamualaikum Beijing” yang memilih China sebagai latar tempat cerita itu terjadi.

China Merupakan negara terbesar keempat di dunia setelah Rusia dan Kanada dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 miliar jiwa (sumber, PBB).

Mengapa ada pepatah yang mengungkapkan “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China?” Jawabannya karena China  merupakan negara yang kaya akan peradaban, terbukti dari bangunan-bangunannya yang telah lama namun masih kokoh berdiri. Menurut salah satu majalah terpercaya di dunia, China menjadi salah satu dari lima negara di dunia dengan pertumbuhan agama Islam terpesat setelah India, Inggris, Rusia, dan Kanada.

Sampai sekarang, populasi umat musliam di negeri ini mencapai lebih dari 25 juta jiwa dengan fasilitas yang menunjang umat muslim seperti mesjid, minimarket dan restoran halal yang bertebaran di sejumlah kota di negeri Tirai Bambu ini. Mahasiswa asli China juga sangat toleran terhadap mahasiswa Muslim dari berbagai negara termasuk Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Tercatat setiap tahunnya pelajar muslim yang menuntut ilmu di China terus bertambah jumlahnya, baik dari benua Asia, Afrika maupun Eropa. Negara tersebut antara lain, pakistan, Tajikistan, Malaysia dan Indonesia.

Menurut Muhammad Hanif, alumni Teknik Sipil Unsyiah angkatan 2008 yang sekarang sedang melanjutkan study S2nya di Wuhan University of Technology bidang Transportation bagian Teknik Sipil, mengatakan bahwa China dari segi transportasi sangatlah mudah, berpergian kemana-mana pun gampang karena kendaraannya memadai; baik jenis taxi, bus maupun angkutan umum lainnya.

Harganya cocok dan terjangkau buat para pelajar yang merantau kesana ataupun wisatawan. Sistem pembayaran menggunakan koin atau kartu sehingga kita yang hendak menimba ilmu kesana tidak perlu takut terhadap masalah-masalah tersebut.

Hal lain yang menjadi alasan mengapa harus memilihi belajar ke negara tirai bambu ini adalah banyak hal-hal positif di sana, diantaranya mereka orang-orang China, tidak mau memotong antrian yang sudah mengantri lebih dulu di depan mereka. Pada malam hari, sekitar  pukul 22:00  waktu China, tidak ada lagi orang-orang berkeliaran diluar rumah dan bisa dikatakan dunia malamnya sepi, mereka juga membiasakan tidur paling telat pukul sepuluh malam dan saat subuh  sudah bangun. Mereka biasa menyebutnya dengan tidur cepat dan bangun cepat atau dalam bahsa Chinanya shao shui shao qi.

Orang-orang di China juga serba cepat dan tepat waktu, bahkan sambil jalanpun mereka sempatkan untuk makan. Sederhana sebenarnya, namun jika semua sudah dibiasakan maka akan membawa kita pada kebaikan.

Hal positif lainnya adalah mereka lebih suka berjalan kaki dari pada menggunakan kendaraan bermesin atau mengendarai sepeda pada tempat-tempat tertentu, terutama mahasiswa yang hendak berangat ke kampus. Mereka juga termasuk pekerja keras dalam bidang apapun terutama dalam bidang wirausaha. Karena mereka percaya hanya dengan bekerja keras dan berani membuka peluang, maka akan berhasil. Sehingga benarlah jika ada pepatah yang mengatakan “Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China”.

 

Resti Handayani, Anggota Forum Lingkar Pena Banda Aceh – Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala.

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here