League of Gods, Film Mandarin yang Banyak Meniru

Oleh: Riazul Iqbal

Tidak mau kalah dengan “God of Egypt” dari Hollywood, industri film Mandarin juga berusaha membuat  film dengan genre yang sama dan diberi judul “League of Gods”. Film ini pada dasarnya merupakan cerita klasik di China yang dipadu dengan teknologi animasi terkini. Barangkaili, film ini meniru jargon terkenal dalam dunia enterpreneur: “amati, tiru dan modifikasi.”

Sarat  dengan animasi, film ini bahkan menciptakan beberapa tokoh dalam bentuk animasi pula, seperti Nazha yang memiliki banyak tangan saat melakukan adegan perkelahian. Begitu juga dengan Fan Bing Bing yang memiliki ekor. Dapat dikatakan, sentuhan spesial effect tidak lepas dari semua adegan. Bahkan aktor kawakan Jet Li yang ikut bermain, sangat terbantu dengan spesial effect itu, seba ia tidak perlu  membuang banyakenergi melakoni adegan perkelahian sungguhan.

Bagi pencinta film fantasi, kehadiran film ini tentu amat sangat memanjakan mata. Banyaknya penggunaan animasi, membuat penontonnya tidak dapat mengetahui dan membedakan setting film ini, baik itu di angkasa, di dalam laut ataupun di bumi.

Beberapa aktornya pun bisa terbang dan berkelahi sambil melayang. Demikian pula dengan pemeran utama yang memiliki kekuatan mengeluarkan aliran listrik dari tangannya. Mungkin ia bisa kerja di PLN setelah pensiun.

Hasil amatan saya, beberapa adegan film ini meniru “Captain Harold”, seperti adegan kapal laut terbang di udara. Sutradaranya sengaja tidak membuat jet, barangkali karena menginginkan film ini berlatarkan masa di saat belum ditemukannya senjata canggih. Patut diduga, film ini juga meniru “Avatar” karena aktor utamanya terlihat mirip sekali dengan tokoh Aang dalam “The Last Air Bender”.

“League of Gods” sendiri berkisah tentang seorang anak raja yang jahat dan ingin menguasai dunia. Banyak suku-suku unik di dunia yang ia hancurkan demi mewujudkan cita-citanya menjadi yang terkuat. Untuk memuluskan rencananya itu, ia mengikat perjanjian dengan Black Dragon dan Ratu Rubah Ekor Sembilan, dua siluman paling kuat. Ratu ini pun sedikit banyak meniru tokoh Medusa dalam “Clash of Titan”.

Film ini sesungguhnya diadaptasi dari novel China yang ditulis pada tahun 60-an. IMDB memberikan nilai 4,5 untuk film ini. Padahal menurut saya, fantasi yang disajikan dalam film ini terlihat amat baik dan rapih. Hal ini menunjukkan bahwa industri film China sudah selangkah lebih maju dalam menggabungkan aktor asli dan penggunaan animasi.

Barangkali film ini bisa menjadi semacam “prototipe” untuk pembuatan “One Piece Live Action”, karena sudah sedikit terbayang akan pulau-pulau yang akan Luffy kunjungi di film petualangannya itu nanti.

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here