Mozaik Perilaku

Oleh: Aslan Saputra

  Tingkah yang tidak sesuai dengan tabiat awal, berakhir dengan kenistaan. Bukan tidak bisa diubah, namun kadang kala terbelenggu dengan kenyamanan yang kian hari semakin akut. Bergetar, ketika aturan yang melekat kuat, terlepas tanpa kendali. Ini hidup, kawan! Tidak serta merta harus selalu dengan keinginanmu, keinginan mereka. Takdir mengikuti garis, berjalan sesuai simpul dan ujung yang telah dibuatNya. Namun kali ini bukan aku menceritakan tentang hidup, tapi tentang memori. Berpindah dengan dimensi waktu yang berubah-ubah, tidak membuatku sadar kalau aku telah terlepas dengan segala keterikatan jiwa. Masih ada satu dua kenangan yang mendingin, berpikir tiga empat kali tanpa kontrol. Secara psikologi itu baik, mendukungku untuk terhempas dari ketetapan-ketetapan pribadi yang disusun dengan setengah matang, bersama ego pula. Ada baiknya jika itu tidak membuatmu nyaman, atau menjadikanku santai tanpa dosa. Masih banyak beban-beban rumit yang sebenarnya tidak begitu kompleks. Hanya mungkin kusut di beberapa sisi, tapi bukan mustahil tidak akan rapi. Pewarakan kita mengusung beberapa tindakan, tapi ingatlah! Peringatan dari mereka harus selalu kau dengar, walau tergantung otakmu yang mencernanya dengan baik atau tidak. Potongan-potongan pilihan yang dibuat, seharusnya bisa kau susun. Bukan untuk mencari dukungan dengan kenyataan yang ada, tapi mencari langkah lanjutan untuk bergerak dari situasi yang nyamannya membuatmu bernafas tanpa hitungan. Sekedar untuk menyakini, kalau darah yang melesat kuat di beberapa urat nadi, bukan untuk mematikanmu, tapi untuk menghidupkanmu.   *Aslan Saputra Anggota Forum Lingkar Pena Aceh

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here