Hujan Hujam

Serupa dengan mula negeriku membara
Seonggok kisah kian merekah nyala merambah
Memanasi setiap hasta
Menggerogoti setiap kasta
Hingga kita tak sadar menebar kata-kata murka

Lalu bagaimana lagi rupanya
Segala telah menjadi biasa
Harta kita difoya-foya mereka
Wanita kita telah dinoda-noda mereka
Betapa tidak!
Gelayut murka menyala-nyala

Oh..
Ternyata tidak itu saja
Kisah-kisah serupa telah menjadi warta
Serta merta menyelinap dalam rupa-rupa
Hingga tak perlu menerka-nerka tentang siapakah mereka
Dan negeriku semakin panas saja

lalu tak perlu merasa berdosa
Karena dosa telah menjadi biasa
Jangan takut akan hina, karena kita memang telah terhina
Buktinya saja mereka mentertawakan kita
Beria-ria

Mengapa rupanya!
Kecewa?
Dan negeriku semakin panas saja

Ini bukan saja bersoal bola
Atau bukan hanya tentang pemangku negara
ini hanya sederet kata-kata yang tertera, terbaca, tertata
Pada jutaan pasang mata
Negeriku butuh hujan rupanya

Hujan yang mampu memadam bara-bara murka
Hujan yang mampu membendung mara-mara kecewa
Hujan yang menghujam hati-hati mereka yang semakin buta!!

15 September 2011

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here