Merelakan

Oleh: Nisa Ulmuddrika

 

Tolong

Sudah lama dunia ini menampung luka

Karena ulah insan

Yang mempertahankan prasangka

Karena ulah sikap

Yang semena mena dan durjana

 

Sudah sekian lama mencoba memendam

Menekan keinginan hati yang dulunya lembut dan selalu bertoleransi

Sudah cukuplah semua ini

Akhiri saja

Sudah cukup jangan menekan jiwa yang telah lama menahan perasaan

 

Semenjak pertama, mulut mencoba menutupi

Semangat dan senyum menjalani proses

Berusaha tegar dalam kerapuhan hati karena emosi

Berusaha menikmati masa-masa yang berlalu

 

Saat asmara perdanaku kau kasihi

Saat itu, tak berharappun kau akan bertanya siapa aku

Karena sedia kala aku sering berhadapan denganmu

Aku tak berharap

Kau ketahui identitas yang tak penting ini

Tidak sama sekali jika ku tau kini ku akan seperti ini

 

Jangan tekan lagi aku dengan kesenanganmu

Jangan kau sapaku lagi dengan masamu bersamanya

Jujur, aku sangat berlapang dada

Saat beberapa kali keadaan yang sama dihiasai coretan dengan pena

 

Aku rindu pilihan Allah yg asli

Aku inginkan pilihan sejati

 

Wahai kerinduanku

Bawalah warna yang pasti untukku

Jangan semburkan sebagai penampak bercak saja

Setelah itu pergi dan menghilang entah kemana

 

Sudah lama aku ingin berbagi rasa

Tapi pasti tak ada kesempatan saja

Hendak hati menyampaikan pesan sarat makna, tapi tidak pernah terkata

 

Akhirnya

Ada yang lebih fasih dalam penyampain rasa

Ada juga yang membuktikan bahwa ia benar adanya

 

Teman, kau lebih beruntung

Kau berhasil mengalahkan keadaan ini

Kau mampu kawan

Aku bahagia karena satu dari kawanku telah menguasai bagaimana perasaanya selama ini

 

Tersadar pula

Bahwasanya takdir ku telah membawaku

Harus melewati ini semua

 

Mungkin ini hanyalah perasaan yang salah

Hanya wajah yang tak memiliki rupa

Meskinya ini telah ku sadari sejak cinta belum ada

 

Sabit merah sudah ada

Parang tajam tersedia juga

Pisau putih sudah ku bungkus

Silahkan dipindah saja

Takut syeithan ku lewat memeriksa

Membiarkan ruh ku menguras airmata

 

Pun aku kuat karenamu teman sejawat

Aku kuat melenyapkan keberanian hati orang lain padaku

Aku rela dengan perlakuanmu itu terhadapku

 

Permintaanku pada waktu

Berkatilah masaku dan perasaan ini

Bungkus hatiku berbalut senyuman syahdu

Syahdu mengamati kuatnya hujan masa lalu yang telah ku lewati

 

*Nisa Ulmuddrika, anggota FLP Banda Aceh, mahasiswa Farmasi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. 

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here