Pesona Terakhir Momiji

Bumi berselimut warna-warni
Gradasi hijau-merah
Gradasi hijau-merah

Musim gugur di Jepang adalah musim yang sangat indah. Dunia seolah berselimut daun warna-warni, merah, hijau, kuning. Suhu yang mulai sejuk pun seolah mengajak kita untuk berjalan-jalan menikmati alam. Di antara semua daun, ada satu daun yang bentuk dan warnanya sangat cantik. Momiji namanya. Metmorfosa warnanya mulai dari hijau, kuning, merah sangat memikat hati. Di antara semua warna, merahlah yang paling dicari orang.

Merah, warna yang paling dicari
Merah, warna yang paling dicari

Yang membuatku takjub adalah momiji berwarna merah menjelang akhir hidupnya. Semakin mendekati kematian, dia akan semakin indah. Dan dia gugur dalam keadaan yang sangat indah. Aku ingin seperti momiji. Di sisa hidup memancarkan pesona yang terakhir kali. Membawa manfaat bagi orang banyak. Dan meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Itu pintaku ya Robb.

Gradasi hijau-kelabu, tetap menawan
Gradasi hijau-kelabu, tetap menawan

Dan yang membuatku tak kalah takjub, setelah gugur ke tanah pun, momiji masih menebarkan manfaat. Walaupun sudah layu dan kering, namun masih bisa dijadikan pupuk atau kompos. Aku pun ingin sepertimu, setelah meninggalkan dunia yang fana ini, jejakku masih dikenang orang. Melalui tulisan-tulisan yang masih bisa dinikmati oleh anak cucu. Melalui ilmu-ilmu yang diajarkan. Juga melalui sedekah jariyah ya ditebarkan. Melalui manfaat yang bisa diraih oleh orang banyak. Semoga ya Allah.

Bumi berselimut warna-warni
Bumi berselimut warna-warni

Momiji, adalah untaian filosofi yang teramat mahal. Darimu kubelajar arti kehidupan. Darimu kebelajar arti memberi, tak hanya meminta. Terima kasih momiji. Terima kasih karena telah menyadarkanku, betapa Maha Kuasanya Penciptamu. Betapa Maha Tinggi dan Maha Agungnya Dzat yang menciptakanmu. Subhanalaah. Sungguh, aku tersungkur menyadari ke-Maha Besaran diri-Nya.

Sudag gugur pun tetap menawan
Sudag gugur pun tetap menawan

Special thanks to Hesti Meilina atas fotografinya. Jazakillah khaira.

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here