Racikan Unik Mitologi Yunani & Romawi ala Rick Riordan

Heroes of Olympus: #1. The Lost Heroes

Racikan Unik Mitologi Yunani & Romawi ala Rick Riordan
Oleh: Sayed Fadhil Asqar
Penerbit               : Hikmah Novel

Pengarang           : Rick Riordan

 

Mungkin anda pernah membaca novel fantasi dan petualangan yang ditulis oleh Rick Riordan, Percy Jackson & Dewa-Dewi Olympia. Bagi yang belum, novel ini menceritakan mengenai seorang pemuda bernama Percy Jackson yang merupakan anak dari salah satu dari tiga dewa utama dalam mitologi Yunani kuno, Poseidon, Penguasa Lautan. Novel ini menjadi unik karena berlatar di Amerika Serikat pada masa kini namun tetap mengacu pada mitologi Yunani. Pentalogy ini, buku pertamanya,The Lightning Thief, telah dibuat menjadi film berjudul Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief, yang dirilis di Amerika Serikat dan Kanada pada 12 Februari 2010.

Bagi yang sudah membaca seri terakhir Percy Jackson,The Last Olympian, pasti mengetahui tentang Ramalan Besar kedua Sang Oracle. Yang bukan hanya memprediksikan sebuah peristiwa dimasa depan bagi Percy Jacson dan kawan-kawan, tapi juga memberikan informasi jelas bagi pembaca, bahwa kisah ini masih akan berlanjut.

Child of lightningbeware the earth
The giant’s revenge the seven shall birth
The forge and the dove shall break the cage
And death unless through Hera’s rage

The Lost Hero adalah buku pertama dari seri Heroes of Olympus karya Rick Riordan, yang merupakan sekuel dari pentalogy Percy Jackson, dengan rentang waktu dua musim setelah Perang Titan Kedua dan jatuhnya Kronos. Buku ini juga merupakan ajang perkenalan dengan karakter-karakter baru yang akan memegang peranan pada kisah yang rencananya akan dibuat dalam bentuk pentalogy juga.
Yang menarik dari Pentalogy Heroes of Olympus ini adalah, kepiawaian Rick Riordan mengekplorasi dan meramu mitologi Yunani dengan mitologi Romawi, yang keduanya memang berhubungan erat. Para dewa di dalam mitologi Yunani, pada seri ini dibuat memiliki dua sisi atau kepribadian, yang hadir dalam bentuk karakter Romawi mereka. Misalnya Zeus adalah Jupiter, Hera adalah Juno, dst. Para dewa dalam seri ini memiliki anak-anak dari kedua aspek Yunani dan Romawi, yamg ironisnya lahir dengan saling curiga dan benci. Disebutkan dalam cerita, bahwa dimasa lalu, setiap kali para keturunan dewa dengan aspek Yunani dan bertemu dengan keturunan dari aspek dewa Romawi,mereka akan menyerang satu sama lain, terakhir kali terjadi selama Sipil Amerika Perang. Sehingga akhirnya keduanya dipisahkan dan dijaga untuk tetap terpisah dalam dua camp berbeda. Kamp Yunani, Camp Half-Blood, dan ke kamp Romawi, Jupiter Camp (tentang Jupiter Camp, akan muncul pada buku ke-2, The Son of Neptunes, yang versi Bahasa Inggrisnya telah dirilis pada 4 Oktober 2011.)

Kisah dalam buku pertama ini diawali dengan terbangunnya Jason Grace di bus sekolah, yang sedang menuju Grand Canyon, tanpa memiliki ingatan tentang masa lalunya, termasuk identitasnya. Duduk di sebelahnya Piper McLean yang mengaku sebagai pacarnya dan Leo Valdez, sahabatnya. Belakangan Jason menyadari bahwa keduanya adalah blasteran, keturunan para dewa. Guru yang mengawasi mereka, Gleeson Hedge, ternyata adalah Satyr yang ditugaskan untuk melindungi Piper dan Leo.

Gleeson dengan cepat menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan kemunculan Jason. Selain karena sebelumnya Jason memang tidak berada didalam bus, Jason juga dilingkupi oleh kabut ilusi yang sangat kuat sehingga membuat Piper dan Leo seketika merasa Jason sudah bersama mereka sejak sangat lama, bahkan memiliki kedekatan. Namun sebelum Gleeson sempat melakukan apapun, mereka diserang oleh roh badai.

Jason mengeluarkan sekeping koin yang kemudian berubah menjadi pedang, dan meskipun ia tak bisa mengingat masa lalunya ia melakukan perlawanan yang sangat terlatih, seolah ia memang terbiasa bertempur. Sayangnya satu dari roh badai itu berhasil melarikan diri dengan membawa Gleeson yang mengorbankan diri untuk melindungi Jason, Piper dan Leo. Saat itulah sebuah kereta perang yang dihela oleh dua Pegasus tiba. Dikendarai oleh Annabeth, putri Athena, dan anak laki-laki dengan tato pelangi bernama Butch, anak dari Iris . Annabeth terang-terangan bersikap memusuhi Jason, karena kehadirannya disitu adalah untuk mencari Percy Jacson yang menghilang. Hera, salah satu dewi utama, memberinya petunjuk tentang keberadaan Percy. Annabeth diharuskan mencari “seseorang dengan sepatu hilang,” tapi Jason, yang telah kehilangan sepatu dalam pertempuran, tidak memiliki kenangan identitasnya sendiri, apalagi keberadaan Percy Jackson.

Jason, Piper dan Leo akhirnya dibawa ke Camp Half Blood, dimana mereka mendapat pengakuan sebagai blasteran, anak dari seorang dewa/dewi dan seorang manusia. Leo dan Piper diklaim oleh orang tua yang dewa mereka, Hephaestus dan Aphrodite.

Jason sendiri ternyata adalah putra dari Zeus dan memiliki saudara perempuan, Thalia. Namun uniknya, Jason adalah putra dari aspek Romawi Zeus, Jupiter. Jason mulai mengingat Thalia ketika melihat fotonya di Cabin Satu, kabin keturunan Zeus. Dan ternyata merekalah yang kemudian dikenakan misi, dan dikirim untuk menyelamatkan Hera , Ratu para dewa yang sedang ditawan oleh pasukan yang tidak disebutkan namanya.

Dengan menunggang Festus, naga mekanis mereka memulai misi. Dan dengan terkejut mengetahui bahwa Musuh-musuh mereka berada di bawah perintah dari Gaea, Dewi Bumi, ibu dari para Titan dan Dewa, yang berusaha bangkit untuk menggulingkan para dewa Olimpia setelah kekalahan anak-anaknya, para Titan, dalam perang sebelumnya (Buku kelima Percy Jacson; The Last Olympian.) Sepanjang jalan mereka, Jason, Piper dan Leo bertemu dan menghadapi: Boreas Angin Utara; trio Cyclops , Medea , Raja Midas , Raja Lycaon dan kawanan manusia serigalanya, serta sang penguasa angin, Aeolus.

Pada pertempuran utama para pahlawan, sebutan lain untuk blasteran, dengan dibantu oleh para Pemburu dari Artemis , menyelamatkan ayah Piper yang diculik untuk tebusan oleh Enceladus, dan membebaskan Hera yang energinya digunakan untuk membangkitkan raksasa Porphyrion . Sayangnya meskipun kebangkitan Gaia berhasil digagalkan, tapi Porphyrion mampu melarikan diri.

Dengan ingatan yang mulai kembali, Jason menyadari bahwa Percy Jacson ternyata bernasip sama dengannya. Menjadi bagian dari rencana Hera, untuk menyatukan dua kelompok keturunan para dewa, dan dikirimkan ke Jupiter Camp, Perkemahan para blasteran dari aspek Romawi para dewa, tanpa ingatan akan kehidupan di Camp Half-Blood. Dan itu berbahaya, karena berbeda dengan keturunan dari aspek Yunani yang terbuka dan cenderung ramah, para blasteran dari aspek Romawi sangat tidak ramah, dan cenderung menyerang.

Cerita ditutup dengan Leo yang mulai  membangun sebuah kapal perang untuk menuju ke Camp Jupiter.

Secara keseluruhan, kisah ini memang masih cukup menarik untuk dibaca. Wawasan dan pengetahuan Rick Riordan akan mitologi Yunan dan Romawi yang mendalam, membuatnya mampu menghadirkan daya tarik seperti serial pendahulunya.

Namun sayangnya bila anda pembaca yang juga sudah membaca seri lain yang juga ditulis oleh Rick Riordan selain Pentalogy Percy Jacson, yaitu The Red Pyramid, buku #1 dalam Kane Chronicles, yang  mengangkat kisah dunia modern dengan berlatar Mitologi Mesir Kuno. Anda mungkin agak kehilangan sensasinya. Seperti menikmati makanan kesukaan anda, terlalu sering hanya akan membuatnya menjadi biasa. Enak, menyenangkan, namun sudah biasa.

 

 

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here