The Words

The-Words

Film ini punya tiga pemeran utama pria dan tiga pasanagan wanitanya. Menceritakan sebuah cerita tentang buku di dalam satu buku. Bingung, kan? Kalau sudah nonton pasti tidak bingung lagi. Diperankan oleh aktor ganteng Bradley Cooper, yang kita tahu dia pemeran utama di film Limitless dan Hangover II.

Buku pertama ditampilkan adalah buku The Words. Dalam buku The Words itu diceritakan tantang buku Window Tears. Pengarang buku The Words adalah Me, sebut saja Me. Dalam buku ini dia menceritakan seorang penulis muda yang ingin mendedikasikan hidupnya untuk menulis. Tapi novel-novel yang dia tulis selalu ditolak oleh penerbit. Bradly Cooper-lah penulis itu. Dia menikahi pacarnya dan honeymoon ke Paris, setelah banyak sekali surat penerbit yang datang kepadanya dan isinya penolakan semua.

Di Paris, di sebuah toko antik Bradley menemukan sebuah tas tua. Dia melihatnya sambil memegang dengan kedua tangannya. Waktu dia akan menaruh balik, istrinya bilang itu tas yang bagus. “Tinggal kita bersihkan dan bisa dipakai untuk kamu kerja” katanya. Saat itu hidup mereka miskin, kamarnya hanya ada satu springbed tanpa ranjang. (Tapi bagaimana mereka ke Paris? Itulah film, selalu membohongi kita).

Mereka membawa pulang tas itu ke New York, Bradley mencoba menulis lagi. Sekarang dengan berkah pernikahan dia sudah bekerja di sebuah penerbit, sebagai seorang supervisor dan pengantar barang di dalam kantor, dia kerja di situ supaya ada link untuk berkenalan dengan penulis lain.

Tapi sebelum itu, ia pernah dipanggil oleh sebuah penerbit. Sang redaktur memuji-muji novelnya.

Bradley sangat senang dan dia pikir dia bisa menerbitkan novel itu. Tapi di akhir kata penerbit bilang “Novel kamu sangat bagus, tapi kami tidak tahu cara menerbitkannya, kamu bukan penulis terkenal”

Bradley galau dan pulang ke rumah dengan tas kerja antiknya.

Tiba-tiba dia merasa ada yang mengganjal di tasnya. Dia mencoba mengobrak-ngabrik. Rupanya di dalam tasnya ada naskah novel. Di ketik rapi dengan mesin tik di atas kertas kuning. Dia membacanya dan takjub pada isinya, menuliskan kembali ke laptopnya.

Hari-hari berlalu lalu sang istri melihat salinan novel itu, sang istri menangis dan mengatakan, “Kaulah suamiku yang paling ganteng, terbitkanlah novel ini!” Lalu Bradley lupa diri gara-gara istrinya yang tidak begitu cantik itu.

Dia menyerahkan novel itu pada penerbit tempat dia bekerja. Beberapa bulan kemudian sang redaktur takjub dan mereka menandangani kontrak! Bradley menjadi penulis terkenal pemenang Words and Arts dan dia dikenal oleh semua orang.

Sang kakek (pemeran utama pria ketiga) adalah penulis asli naskah Window Tears itu. Ia menemukan buku itu di sebuah toko buku dan mulai membacanya. Ternyata persis dengan naskahnya yang hilang. Apa yang dilakukan sang kakek? Apa isi  novel itu sehingga bisa jadi best seller? Saksikan di laptop-laptop kesayangan Anda!

Film ini bagus untuk kita yang suka menulis. Semangatnya dan mengajari kita betapa berharganya karya seseorang. Di sini diceritakan bagaimana buruknya plagiat itu.

FLP Aceh

Author: FLP Aceh

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here